Tim Aidex Wanala Unair Sukses Taklukan Puncak Denali Alaska

137
Foto satelit (Istimewa)
lontar.id –  Tim Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) UKM Pencinta Alam Wanala UNAIR akhirnya berhasil meraih puncak ke-5 dari 7 puncak tertinggi dunia, Denali yang terletak di Alaska, Amerika Utara, dengan ketinggian 6.194 mdpl, pada pukul 14.05 waktu setempat.

Tim AIDeX ini beranggotakan tiga orang, yakni Muhammad Faishal Tamimi (Mahasiswa Fakultas Vokasi/2011), Mochammad Roby Yahya (Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Mereka pendakian selama 18 hari, dengan menempuh jarak 2,5 mil.

“Alhamdulillah pada tgl 15 Juni 2107, tepat pukul 14.08 Wib atau 23,08 waktu Alaska, kami sudah mencapai puncak, dan kami tetap meminta bantuan doa dari semua pihak agar tim dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutur Roby.

Ia mengungkapkan, selama tujuh hari lalu para pedaki mengalami kendala cuaca buruk berupa badai salju, angin kencang, snow showers (anomali cuaca cerah dan hujan salju), dan whiteout (kondisi kabut tebal).

“Pada pukul tiga pagi tanggal 13 Juni, tim melakukan perjalanan dari kamp empat (14.100 kaki) menuju kamp lima (17.200 kaki),” jelasnya.

Menurutnya, beberapa faktor menjadi penyebab lamanya perjalanan pendakian. Seperti, Kondisi fisik yang sudah lama tak bergerak selama tujuh hari. Kemudian curamnya jalur pendakian yang memiliki sudut antara 50 hingga 60 derajat.

Foto Satelit

Ia menambahkan, pada tiga jam awal perjalanan, kecepatan tim atlet AIDeX sempat melambat karena stamina yang semakin melemah. Selain itu, kondisi cuaca turut mempengaruhi perjalanan tim.

Menurut perkiraan cuaca, kecepatan angin di Denali mencapai 30 km/jam dengan suhu mencapai minus 39 derajat Celsius dan ketebalan salju mencapai 18 centimeter.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama di camp lima, ketiga atlet AIDeX harus terbiasa mengkonsumsi makanan kering. Tak hanya itu, tim atlet AIDeX juga membangun tenda selama dua jam.

“Selain itu, salju membuat dinding es yang cukup tebal bahkan lebih tebal dari camp sebelumnya karena angin kencang dapat mengikis dinding balok es. Ditambah pula dengan badai yang bisa datang kapan saja,” tutur Roby.

Manajer atlet AIDeX, Wahyu Nur Wahdi mengatakan, bila kondisi cuaca di medan Denali memungkinkan, para atlet akan melakukan perjalanan menuju puncak.