Saksi Kunci Kasus e-KTP Ditemukan Tewas Tertembak

2986
Saksi Kunci e-KTP
Foto Johannes Marliem / Internet

lontar.id – Johannes Marliem, yang merupakan saksi kunci kasus korupsi e-KTP, ditemukan tewas dengan luka tembak, di kediamannya di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS). Kabar itu Dilansir CBS Los Angeles, Jumat (11/8/2017).

Menurut CBS Angeles, peristiwa itu awalnya dari laporan telepon ke FBI yang kemungkinan diteruskan Los Angeles Police Department (LAPD) pada Rabu (9/8) malam. Para petugas yang tiba di lokasi menduga ada seorang anak kecil dan seorang wanita di dalam rumah bersama seorang pria.

Para petugas pun melakukan negosiasi. Pada akhirnya, wanita dan anak kecil itu dibawa keluar oleh laki-laki itu sekitar pukul 07.30 malam.

Sementara, laki-laki itu ditemukan tewas di dalam rumah sekitar 02.00, Kamis (10/8) dini hari. Namun belum diketahui pasti apa penyebab laki-laki itu tewas. Namun, diduga kuat jika Marliem menembak dirinya sendiri.

Baca juga: Ketua Umum Golkar Ditetapkan Tersangka Kasus e-KTP

Pasca kejadian, kawasan Beverly Grove di Los Angeles ditutup sekitar pukul 05.00 sore waktu setempat, sekitar 600 blok dari North Edinburgh Avenue. Reporter media lokal melaporkan seluruh area di sekitar Melrose dan Crescent Heights ditutup.

Kabar tersebut mengonfirmasi postingan di Instagram dari dengan akun mir_at_lgc. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Marliem.

Dia memposting foto bersama Marliem dan seseorang yang disebutnya CEO of Lamborghini. Dalam kolom komentar, ada akun citywhips yang menyebutkan soal insiden The Beverly Grove di mana Marliem tinggal dan diamini oleh akun mir_at_lgc tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo, juga mengamini kabar tersebut. Agus mengatakan bila saat ini pihaknya terus mengecek kabar itu.

“Sudah kemarin (dapat kabar Johannes Marliem meninggal dunia), kita juga sedang cari kepastian,” ucap Agus dilansir dari detikcom, Jumat (11/8/2017).

Sementara, pihak KPK mengaku sudah mendengar kabar Johannes meninggal. Namun, KPK tidak mengetahui penyebab pasti meninggalnya saksi kunci itu.

“Saya dapat info Johanes meninggal dunia. Kami belum dapat info rinci karena ini terjadi di Amerika,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah.

Febri menjelaskan, meninggalnya Johannes tidak akan menganggu penyidikan kasus e-KTP. Menurutnya, penyidikan e-KTP akan tetap berjalan karena KPK sudah memiliki bukti yang sangat kuat.

“Proses penyidikan kasus ini akan tetap berjalan. Info lebih rinci otoritas dari aparat pihak setempat,” jelas Febri.

Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Dia disebut merupakan saksi kunci dalam kasus yang kini menjerat Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka.

Johannes Marliem memiliki bukti rekaman pembicaraan dengan para perancang proyek e-KTP. Termasuk rekaman pertemuannya dengan Setya Novanto. Rekaman itu dibuat di setiap pertemuan, selama empat tahun lamanya.
Penyidik KPK telah meminta keterangan Johannes Marliem. Pemeriksaan pertama dilakukan di Singapura pada Februari 2017 dan yang berikutnya di Amerika Serikat pada bulan Juli ini.

Pemeriksaan di Amerika bahkan dihadiri dua pejabat selevel direktur. Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik.(*)