Beberapa Cara 17 Agustusan Ala Masyarakat Kita

17 agustus
ilustrasi/internet

17 Agustus adalah tanggal yang penting dan bersejarah bagi Indonesia. Pada tanggal ini, 72 tahun lalu, kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan bangsa selama ratusan tahun akhirnya dapat diraih. Sebagai rasa syukur dan upaya untuk menghormati jasa pahlawan, masyarakat Indonesia melakukan selebrasi hari kemerdekaan setiap tahunnya. Selain perayaan konvensional seperti upacara bendera, berikut adalah enam cara 17 Agustusan yang biasa dilakukan oleh masyarakat kita :

1. Refleksi Perkembangan Bangsa Melalui Konflik dan Prestasinya

Mereka yang merayakan kemerdekaan Indonesia dengan melakukan refleksi biasanya memiliki pandangan yang adil, karena tidak menitikberatkan pada prestasi saja atau pada konfliknya semata. Kegiatan refleksi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menuliskan esai lalu mengirimkannya pada koran lokal maupun nasional, bisa juga dengan update status di media sosial.

2. Mengibarkan Bendera di Puncak Gunung atau Dasar Laut

Bukan untuk pamer foto dan terlihat keren saja, mereka yang memilih untuk melakukan kegiatan ekstrim dalam merayakan hari kemerdekaan adalah orang-orang dengan semangat juang terpendam. Mendaki gunung atau menyelami lautan pun mereka lakukan demi mengekspresikan kecintaan pada tanah air. Ini merupakan gambaran kerelaan mereka untuk berkorban demi negaranya.

Jika nanti kita melihat gambar sekelompok anak muda membentangkan bendera merah putih di puncak gunung atau di dasar laut, sebaiknya jangan langsung nyinyir. Kita hanya melihat hasil akhir berupa senyum bahagia penuh kepuasan, namun lupa bahwa ada perjuangan berat penuh tekad yang telah dilalui oleh para pemuda tadi.

3. Menghadiri Acara Diskusi

Banyak juga akademisi yang memilih untuk menghadiri acara diskusi bertema “17 Agustus”. Acara diskusi ini ada yang bersifat formal dan besar-besaran, ada pula yang dilakukan secara santai dan kecil-kecilan. Setelah pembicara mengemukakan materinya, peserta pun diberi kesempatan bertanya, lalu pertanyaan tersebut akan dijawab lalu didiskusikan dengan sesama peserta. Walau kegiatan ini terkesan menjemukan, tapi sebenarnya cukup menarik dan efektif dalam menjaga pemikiran pelajar agar tetap terasah.

4. Mempertanyakan Kemerdekaan Negara

Tentu bukanlah hal aneh melihat ucapan “Dirgahayu negeriku” berseliweran di media sosial, tapi yang cukup menarik adalah menyaksikan sekelompok orang rutin mempertanyakan kemerdekaan Indonesia. Biasanya, mereka akan mengungkit masalah-masalah yang telah dan tengah dihadapi Indonesia, lalu menarik konklusi bahwa negara ini sesungguhnya belum merdeka.

Meskipun secara teknis Indonesia sudah resmi bebas dari penjajah, mereka bukanlah warga negara yang berpemikiran medioker dan latah merayakan hari kemerdekaan setiap tahunnya. Bagi mereka, sikap skeptis tetap harus dirawat agar masyarakat tidak asal menerima keadaan tanpa tanda tanya.

5. Biasa-biasa Saja

Tidak semua orang mengalami fase antusias menjelang tanggal 17 Agustus karena ingin melakukan salah satu dari empat hal di atas. Banyak yang semata-mata menantikan tanggal merah agar bisa bermalas-malasan di rumah, atau jalan-jalan sekeluarga. Bagi mereka, hari kemerdekaan tidak melulu tentang negara. Mumpung tanggal merah, mereka pun bisa “merdeka” dari kewajibannya untuk ke kantor dan sekolah.

6. Pesta Bersama Kawan dan Keluarga

Kalau ada kawan kita yang mengadakan pesta dan mengundang orang terdekat untuk makan-makan pada tanggal 17 Agustus, bisa jadi ia sedang berulang tahun atau malah menikah. Tidak ada hubungannya dengan hari kemerdekaan, ternyata.