Si Cantik Penakluk Gunung Lompobattang dan Bawakaraeng

3665
Pendaki cantik
Photo istimewa

LONTAR.id – Mendaki gunung memang bukanlah hobi yang biasa. Dibutuhkan mental yang kuat dan fisik yang prima. Karena mendaki gunung sangat menguras tenaga. Hal inilah yang membuat kegiatan mendaki gunung ini lebih sering dilakukan oleh sosok pria.

Namun jangan salah, saat ini para penghobi naik gunung juga berdatangan dari kaum hawa atau wanita. Bahkan, tak sedikit yang memiliki raut wajah yang begitu cantik.

Jelas saja, wanita yang hobi naik gunung lebih kuat, baik mental maupun fisik dibanding dengan wanita yang hobinya ke salon, shoping, dan sekedar jalan-jalan menghamburkan uang.

Wanita yang gemar naik gunung dan mencintai alam punya keistimewaan khusus. Tangguh dan penyayang itu sudah jelas. Memiliki jiwa solidaritas yang tinggi dan rasa peduli terhadap sesama juga sudah pasti.

Photo istimewa

Salah satunya Vahmi Nur Amaliah. Gadis kalahiran Ujungpandang, 14 Desember 1995, ini lagi hobi mendaki gunung. Itu dimulai sejak 2015 lalu di Lembah Ramma, Kawasan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Baru-baru ini, dara berusia 22 tahun ini ikut melintasi Gunung Lompo Battang dan Bawakaraeng bersama ratusan pendaki yang tergabung dalam ‘Lintas Merah Putih’ diikuti dari berbagai komunitas pecinta alam dari dalam maupun luar Sulsel.

Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini ikut menjadi peserta dalam event tahunan yang digelar setiap perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (17 Agustus). Bahkan Ia ditunjuk oleh Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Makassar selaku panitia untuk menjadi dirigen saat upacara di atas Gunung Bawakaraeng dengan ketinggian 2845 MDPL.

Photo istimewa

Pengalaman itu jelas tak bisa dilupakan Vahmi. Itu kali pertama dia ikut pada kegiatan yang sudah 10 tahun berjalan. “Sukanya itu, seminggu di perjalanan lebih menyatu dengan alam. Kalau dukanya paling cuman pegal-pegal badan saja. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya bangga bisa ikut kegiatan ini. Apalagi saya ditunjuk jadi dirigen saat upacara,” curah Vahmi, kepada Lontar.id.

”Kata orang tidak semua bisa melewati jalur lintas gunung lompobattang bawakaraeng, apalagi cewek. Hehehe.”

Anak ketiga dari empat bersaudara ini menambahkan, kecintaannya pada kegiatan alam bebas khususnya mendaki gunung, awalnya terinspirasi dari orang-orang terdekatnya, kakak dan sepupu.

“Apalagi kakak saya sering ikut kegiatan pendakian. Begitu juga dengan sepupu saya. Jadi apa salahnya saya mencoba juga. Pas coba eh ketagihan. Awalnya sih merasa capek, tapi karena seru dan menyenangkan yah sampai sekarang saya senang naik gunung,” ujarnya.

Photo istimewa

Meski hobinya mendaki gunung masih seumur jagung, namun Vahmi mengaku banyak memetik pelajaran. Ia kini merasa lebih peduli lagi sama lingkungan hidup, termasuk alam bebas.

“Mendaki gunung itu menurut saya bukan hanya sekedar hobi. Banyak pelajaran dan pengalaman. Mendaki gunung itu juga mengajarkan bagaimana kita lebih mencintai lingkungan. Saya berharap kita semua mau peduli dengan lingkungan,” harapnya.(*)

Kalau Vahmi aja mencintai lingkungan, masa kita tidak??