Sehari, Tiga Warga di Sulsel Terkena HIV/AIDS

3732
Penderita HIV/AID di Sulsel Meningkat
ilustrasi / internet

MAKASSAR, LONTAR.id – ‎Kasus penderita HIV/AIDS di Sulawesi Selatan cukup memprihatikan. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulsel mencatat saat ini ada sekitar 11 ribu warga yang terdata mengidap HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Sulsel, Saleh Rajab mengatakan, kalau dirata-ratakan dalam sehari, ada tiga warga di Sulsel yang terinfeksi HIV/AIDS. Angka penderita yang ada saat ini, menurutnya bisa lebih besar‎ sebab masih banyak yang tak terdata.

“Setiap hari ada tiga kasus HIV/AIDS, apalagi sekarang masuk ke ranah publik. Amat sulit kita bayangkan kalau masih bayi sudah terinvensksi,” katanya, usai rapat koordinasi KPA Sulsel dan 10 KPA kabupaten/kota di Hotel Maxone, Kota Makassar, Senin (28/8/2017).

Lebih jauh Saleh menjelaskan, saat ini penderita HIV/AIDS sudah ada di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Karena itu penanganan dan pencegahan, harus dilakukan dengan mengandeng seluruh instansi dan lembaga sampai tingkat daerah.

“Berdasarkan data, penderita HIV/AIDS di Sulsel masuk 10‎ besar.Yang perlu dilakukan saat ini adalah mengoptimalkan upaya pencegahan. Kasus sekarang lebih banyak terjadi pada ibu rumah tangga dibanding pekerja seks,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief menambahkan, penderita HIV/AIDS sekitar 60 persen lebih berada di usia produktif 25-49 tahun. Untuk jenis kelamin didominasi oleh laki-laki. Untuk penyebaran HIV, Rachmat menjelaskan lebih banyak dikarenakan kasus hubungan sejenis antara laki-laki.

“Kasus HIV/AIDS sangat mudah menular melalui hubungan ini,” jelasnya.

Masalah yang dihadapi saat ini menurutnya adalah soal pendanaan pengadaan obat. Pasalnya lembaga internasional Global Fun, yang selama ini menyokong pendanaan akan berakhir tahun 2020 mendatang. Karena itu, dirinya meminta kepada pemda untuk mulai menyiapkan penganggaran untuk kegiatan penanggulangan dan pencegahan kasus HIV/AIDS. Termasuk persiapan shering antara pemerintah pusat dan daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, ‎masalah kasus hubungan sejenis memang menjadi penyebab utama penularan HIV/AIDS. Selain itu, kasus seks bebas juga menjadi penyebab.

“Misalnya ada kasus ‎yang terjadi rumah tangga, ternyata suaminya sopir. Makanya saya minta ke bupati atau wakil bupati agar menertibkan warung remang-remang,” ungkapnya.(Muammar)