NasDem-Golkar Bersatu Lawan Kekuatan Petahana Makassar

221
Pilwalkot Makassar
Ketua NasDem Makassar, Rachmatika Sari Dewi dan Ketua Golkar Makassar, Farouk M Beta.(int)

MAKASSAR, LONTAR.id – Partai NasDem dan Golkar Makassar membangun koalisi untuk menatap Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar yang akan berlangsung 2018 mendatang.

Dua partai besar ini menyatakan sikap siap melawan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, yang akan berstatus incumbent atau petahana di Pilkada Makassar mendatang.

Koalisi ini bukan tanpa alasan, Ketua NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi dan Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta, sama-sama mengaku jika secara kelembagaan partai, pihaknya tidak pernah lagi membangun komunikasi dengan Danny Pomanto.

Bahkan koalisi ini cenderung akan menyatukan koalisi nasional partai pendukung pemerintah untuk menumbangkan Danny Pomanto yang saat ini memiliki keuatan yang cukup besar dengan statusnya sebagai petahana.

Baca juga: Pasti Diusung NasDem, Cicu Belum Tentu 01

“Koalisi ini kan bukan lagi hal yang baru. Golkar dan NasDem ini adalah partai koalisi Nasional, begitu juga kami di DPD. Saya kan lama mengabdi di Golkar,” kata Ketua NasDem Makassar, Rachmatika Dewi, yang akrab disapa Cicu, dalam keterangan persnya, Senin (28/8/2017).

Hal senada dikatakan Ketuan Golkar Makassar, Farouk M Beta atau yang akrab dipanggil Aru. Ketua DPRD Makassar ini mengatakan, Golkar dan NasDem memiliki satu misi yang sama.

Sehingga dia meyakini masih akan ada partai yang lain yang akan bergabung dalam koalisi itu.”Ini adalah koalisi Nasional tingkat pusat, bisa saja turun sampai ke daerah. Bahkan koalisi ini sudah hampir final di tingkat provinsi. Ini kan baru dua, tapi saya yakin ke depan ada partai yang akan bergabung. Tapi saat ini mungkin belum waktunya,” ucap Aru.

Koalisi ini bahkan sudah menjadi kesepakatan di intenal dua partai pendukung pemerintah secara nasional itu.

Ketua Bidang Media dan Informasi Publik NasDem Makassar, Supratman menegaskan, bahwa Golkar dan NasDem sudah sepakat untuk menumbangkan calon petahana.

Menurutnya, pihaknya telah mengumpulkan data sebagai rujukan strategi pemenangan. Dijelaskan Supra, di beberapa Pilkada serentak 2015 dan 2017, petahana cenderung ditumbangkan oleh penantang.

“Iya, saya pastikan koalisi ini akan melawan petahana, bukan saja menantang tapi menumbangkan juga,” tegasnya.(FA)