Lagu Upin Ipin Tandai Penutupan SEA Games 2017

283
Penutupan Sea Games 2017
foto: internet

LONTAR.id – SEA Games XXIX 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia resmi berakhir, Rabu (30/2017). Penutupan ditandai dengan pemadaman obor caldron oleh Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Haji Mohammad Najib bin Tun Haji Abdul Razak, dan dilanjutkan penurunan bendera SEA Games.

Tuan rumah Malaysia, yang juga keluar sebagai juara umum, telah menyerahkan bendera SEA Games ke tuan rumah berikutnya, yang Filipina yang akan berlangsung di Manila 2019 mendatang.

Acara penutupan SEA Games 2017 digelar di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Pesatsnya begitu meriah. Pre-event berlangsung sejak pukul 20.00 waktu Kuala Lumpur. Alunan musik dari Disc Jockey (DJ) mengawali pre-event. Kemudian diramaikan dengan marching band dan karaoke masif yang melibatkan seluruh pengunjung di stadion yang berkapasitas 80 ribu orang.

Yang tak kalah menarik, salah satu dari tiga lagu yang dinyanyikan bersama-sama adalah soundtrack film anak-anak Upin dan Ipin, yakni ‘Sahabat Selamanya’ ciptaan grup musik asal Indonesia, Padi.

Acara inti penutupan dimulai dengan ditandai dengan lagu kebangsaan Malaysia. Disusul kemudian munculnya arak-arakan atlet dan volunteer SEA Games 2017. Tari-tarian daerah lantas ditampilkan untuk menghibur penonton.

Sea Games 2017
internet

Menpora sekaligus Ketua Organizing Committee SEA Games Malaysia Khairy Jamaluddin menyerahkan bendera SEA Games kepada Presiden Federasi Olimpiade Asia Tenggara yang juga Ketua Olympic Council of Malaysia Tunku Tan Sri Imran Tuanku Jaafar. Tuanku Jaafar kemudian menyerahkan bendera tersebut ke Presiden Komite Olimpiade Filipina Jose Cojuangco Jr.

Malaysia menjadi juara umum di SEA Games edisi 29. Tuan rumah merebut 145 medali emas, 92 perak dan 86 perunggu. Ini kedua kalinya Malaysia memuncaki pesta olahraga bangsa Asia Tenggara ini, setelah menjadi juara umum tahun 2001 ketika mereka memenangkan 111 emas juga di kandang sendiri. Ini menjadi kado ulang tahun kelahiran negara Malaysia yang jatuh 31 Agustus.

Medali emas Malaysia dua kali lebih banyak ketimbang runner-up Thailand yang meraup 72 emas, 86 perak, dan 88 perunggu. Posisi ketiga ditempati Vietnam dengan 58 emas, 50 perak, dan 6 perunggu.

Sementara Indonesia mencatat prestasi terburuk dalam perolehan medali emas sepanjang keikutsertaannya di event dua tahunan itu. Merah Putih bertengger di peringkat 5 dengan 38 medali emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Menyadari hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab karena tak terpenuhingan target 55 medali emas yang ditetapkan Satlak Prima di SEA Games 2017, dan hanya meraih 38 medali emas dan menempati urutan kelima.

“Wajar kita semua prihatin dengan hasil ini dan saya pun harus mohon maaf. Saya bertanggung jawab terhadap ini semua dan sudah barang pasti ini akan menjadi evaluasi total kami,” ujar Menpora Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Imam mengatakan, akan ada evaluasi menyeluruh terkait prestasi Indonesia di SEA Games 2017. Ini penting agar Indonesia lebih sukses di Asian Games 2018 yang akan digelar di negeri sendiri.

“Saya sudah minta kepada Satlak Prima, kepada KOI, untuk mencatat semua. Kita adakan evaluasi apakah itu murni soal atlet, soal wasit, atau soal-soal nonteknis yang lain. Saya belum bisa menyampaikan hari ini karena SEA Games masih berjalan, tapi yang pasti SEA Games ini akan betul-betul menjadi bahan evaluasi total kita untuk menuju sukses prestasi Asian Games,” tambah Imam.

“Dan saya akan ambil alih secara langsung penanganan prestasi. Seperti yang kita tahu sekarang kan banyak stakeholder, ada kementerian, ada Satlak Prima, ada KONI, KOI, cabang olahraga, dan sebagainya itu akan kami maksimalkan koordinasi dengan seluruh pimpinan cabang olahraga untuk memenuhi target Asian Games,” tutupnya.(*)