Polda Sulsel Tahan Bos Travel Umrah Abal-abal

219
ilustrasi / net

MAKASSAR, LONTAR.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menahan dua orang tersang dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok travel umrah. Nama perusahaannya PT Arca Perkasa Makassar.

Kedua tersangka berperan sebagai direktur dan komisaris di perusahaan tersebut. Masing-masing Arsyad dan Haryadi. Mereka dilaporkan mitra usahanya, Heni Katily, dari biro travel Madin Sejahtera Tour and Travel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, kedua tersangka dilaporkan telah menggelapkan biaya perjalanan umrah senilai lebih dari Rp1 Miliar yang disetor pelapor sejak Mei 2014.

“Para tersangka ini menjanjikan akan memberangkatkan 76 calon jemaah pada Mei 2015 lalu, namun hal tersebut tidak terlaksana. Karena merasa tertipu akan janji-janji tersangka, akhirnya Heni melapor ke Polda atas desakan calon jemaah yang gagal berangkat,” tutur Kombes Dicky, Selasa (12/9/2017).

Bahkan , kata Dicky, kedua tersangka pernah memberikan tiket pesawat palsu untuk perjalanan umrah kepada 76 calon jemaahnya yang kini menjadi korban penipuan.

“Iya, sempat dikasi tiket peswat. Tapi setelah di Bandara Sultan Hasanuddin, tiket itu ternyata palsu sehingga jemaah batal berangkat,” jelasnya.

Setelah didesak terus, terlapor tersebut akhirnya memberangkatkan 31 jemaah. Namun, untuk 45 lainnya belum ada kejelasan hingga saat ini.

“Diduga uang jemaah digunakan dengan sistem subsidi silang untuk memberangkatkan jemaah umrah dari daerah lain atau jemaah yang sudah mendaftar duluan. Namun, karena saat perusahaan goyang, pendaftar berkurang sehingga jemaah terdahulu tidak dapat diberangkatkan lagi,” pungkas Dicky.

Kedua tersangka dikenai Pasal 378 dan/atau 372 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Turut diamankan barang bukti slip setoran, 76 lembar e-ticket plynas palsu, dan daftar nama-nama calon jemaah yang gagal berangkat.

Sebelumnya, pada Mei 2015, travel Arca Perkasa juga dilaporkan sekitar 170 calon jemaah dari berbagai daerah di Sulsel, seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Bone, Jeneponto, dan Bulukumba.(WA)