Haidar Majid Serap Keluhan Warga di Dapil II Sulsel

45
Anggota DPRD Sulsel, Haidar Majid, menyerap aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses.

MAKASSAR, LONTAR.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari
Fraksi Partai Demokrat, Haidar Majid, melakukan reses atau penyerapan
aspirasi masyarakat untuk masa sidang ke-3 Tahun 2017 di Daerah
Pemilihan (Dapil) II Sulsel, sejak Sabtu, 9 September hingga Senin, 11
September.

Dapil II Sulsel tersebut meliputi 4 kecamatan di Kota Makassar.
Diantaranya Kecamatan Panakukkang, Kecamatan Manggala,
Kecamatan Tamanlanrea dan Kecamatan Biringkanaiya.

Dalam resesnya, berbagai keluhan masyarakat disampaikan kepada
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulsel ini.

Melalui kesempatan itu, Andi Ilham, Ketua RW-10 Kelurahan Sudiang
Raya, Kecamatan Biringkanaiya, meminta agar difasilitasi untuk bisa
berkomunikasi dengan pelaku-pelaku usaha di Kawasan Industri
Makassar (KIMA), untuk melibatkan masyarakat dalam mendorong
kemajuan industri rumahan.

“Kami harap pemerintah bisa membantu kami, supaya masyarakat juga
punya kesibukan meskipun itu hanya di rumah,” harap Andi Ilham.

Di tempat berbeda, Arnika, Warga Kampung Bambu-bambu, Kelurahan
Manggala, Kecamatan Manggala, berharap agar pemerintah bisa
memperhatikan masyarakat terutama dalam pengadaan infrasutruktur
fasilitas umum dan fasilitas sosial (Fasum dan Fasus) seperti perbaikan
jalan serta penambahan rumah ibadah.

“Di daerah Manggala ini masih butuh perhatian pemerintah, terutama
jalan sudah banyak yang rusak. Termasuk masjid juga sudah harus
dibenahi,” ungkapnya.

Haidar Majid
foto istimewa

Berbeda di RW-2 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaiya. Seorang
IRT bernama Siriati meminta agar pemerintah juga bisa berpartisipasi
dalam mendukung kegiatan masyarakat khususnya kegiatan majelis
taqlim.

Sebab, kata dia, majelis taqlim di wilayahnya ingin turut aktif seperti
majelis taqlim pada umumnya namun tidak memiliki perlengkapan
seperti alat Kasidah.

Sama halnya dengan kegiatan reses yang digelar di SMA Negeri 7 Kota
Makassar, Kecamatan Biringkanaiya. Para guru mengeluhkan gaji yang
sering terlambat mereka terima setiap bulannya.

“Semenjak SMA dan SMK diambil alih oleh pemerintah provinsi dari
kota, kita terima gaji selalu terlambat kodong. Dulu waktu masih di
bawah kewenangannya Kota Makassar, gaji kami sudah terima setiap
tanggal 1 atau paling lambat tanggal 2, sementara sekarang kami terima
paling cepat tanggal 10 bahkan lebih lama lagi,” keluh salah seorang
guru.

Selain itu, para guru juga meminta agar tunjangan sertifikasi bisa
diberikan tepat waktu setiap 3 bulan. Pasalnya saat ini sertifikasi yang
mereka terima molor hingga bulan ke-6.

Ketua Komite SMA 7 Makassar, Amiruddin Husain, juga meminta agar
pemerintah provinsi untuk memberikan regulasi dalam melibatkan
partisipasi orang tua siswa dalam pengadaan infrastruktur dan sarana.

“Kami berharap agar ada regulasi dalam pelibatan orang tua siswa untuk
menunjang fasilitas sekolah seperti musholah, ruang kreatif siswa dan
sarana lainnya untuk menunjang kegiatan ektrakulikuler. Karena kita
mengharapkan anggaran dari pemerintah juga tidak kunjung diberikan,”
kata Amiruddin.

Tidak hanya itu, Ketua Osis SMA Negeri 7, Ibnu juga meminta kepada
pemerintah untuk lebih melibatkan peran aktif siswa dalam kegiatan
intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Hal tersebut diharapkan bisa
memicu agar siswa bisa lebih aktif dalam berorganisasi.

“Saya mewakili teman-teman siswa, meminta agar kegiatan-kegiatan
siswa lebih ditingkatkan lagi. Terutama kegiatan-kegiatan Osis dan
kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), saya kira ini akan menambah
kreatifitas dan semangat para siswa,” Kata Ibnu.

Menanggapi seluruh permasalahan tersebut, Haidar Majid yang pernah
menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Makassar periode 2009-2014,
menjelaskan, dirinya akan menyampaikan seluruh permasalahan
tersebut pada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi
Sulawesi Selatan.

“Ini sudah menjadi tugas saya sebagai wakil rakyat, kami akan
membahas permasalahan ini di DPRD untuk selanjutnya disampaikan
kepada pemerintah daerah,” kata Haidar Majid.(*)