Ini Hasil Survei Poltracking Indonesia untuk Sulsel

1507
Survei Poltracking
ist

LONTAR.id – Poltracking Indonesia merilis hasil surveinya, baik untuk kinerja Pemerintah Sulsel maupun elektabilitas calon kandidat di Pilgub 2018 mendatang, yang telah dilaksanakan mulai tanggal 10 – 17 Agustus 2017 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Jumlah sampel dalam survei adalah 800 responden dengan margin of error +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang telah dilatih.

Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.

Quality control dilakukan dengan sangat ketat melalui spotcheck lapangan 25% secara acak, callback seluruh responden (via telepon), double entry dilakukan melalui web aplikasi dan input data kuesioner melalui desktop, serta proses input data dikawal secara ketat dengan dicek kembali secara acak ke dokumen hasil wawancara.

Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. Maksud dan tujuan survei ingin melihat persepsi dan perilaku masyarakat menjelang Pilkada Sulawesi Selatan 2018.

Maksud dari survei ini adalah memberi masukan bagi publik pemilih Provinsi Sulawesi Selatan untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat Gubernur – Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, serta trend popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas. Selain itu, juga mengukur penilaian kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta mengetahui penanganan problem-problem kontemporer Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Temuan pokok survei adalah sebagai berikut:

TEMUAN UMUM

1. Tingkat kepuasan publik yang terekam pada survei ini terhadap kinerja Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo saat ini adalah 60.48% (gabungan antara cukup puas & sangat puas). Secara kuantitatif, angka kepuasan ini tidaklah rendah karena berada di atas 50 persen. Sementara publik yang puas dengan kinerja Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang saat ini: 59.21% (gabungan antara cukup puas & sangat puas). Secara kuantitatif tingkat kepuasan Wakil Gubernur selisih tipis 1.27% dibawah Gubernur.

2. Survei ini menunjukkan bahwa persoalan di bidang Infrastruktur Jalan dan Jembatan (20.97%) adalah persoalan mendasar yang dihadapi publik. Sementara, pelayanan publik dalam pengurusan perizinan cenderung tidak menjadi isu penting bagi publik. Hal ini terkonfirmasi dengan keinginan publik terhadap Pembuatan/Perbaikan Jalan dan Jembatan dibandingkan Penyediaan Pekerjaan (0.26%), publik ditingkat kecamatan cenderung lebih memprioritaskan Pembuatan/Perbaikan Jalan (34.78%) dan Pembangunan Sarana Pendidikan (26.21%) yang terpenuhi.

3. Dalam penilaian kinerja pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran, sebanyak 27.87% Publik Mengaku Puas (gabungan “cukup puas” dan “sangat puas”) terhadap kinerja pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Tingkat kepuasan ini cukup rendah jika dibandingkan dengan publik yang tidak puas 45.91% (gabungan “kurang puas” dan “sangat tidak puas”). Sementara itu, dalam bidang Pembangunan Infrastruktur, Perbaikan Jalan dan Jembatan, hanya terdapat 38.62% publik yang mengaku puas (gabungan “cukup puas” dan “sangat puas”.

4. Sebanyak 68.80% publik mengetahui akan ada pemilihan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan pada Juni 2018 mendatang. Hal ini menandakan bahwa sebagian publik sudah mendapatkan sosialisasi Pilkada meskipun angka ini masih rendah untuk tingkat pengetahuan pemilu yang seharusnya 90%. Namun demikian, mayoritas publik (81.46%) berencana akan menggunakan hak pilih dengan mencoblos pada pelaksanaan Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan 2018 nanti.

5. Merakyat (26.47%) dan Berpengalaman (18.54%) merupakan sifat/aspek Gubernur yang paling diharapkan publik untuk memimpin Provinsi Sulawesi Selatan lima tahun ke depan. Dua sifat yang cenderung dominan ini penting untuk diperhatikan mengingat hal itu adalah harapan publik terhadap karakter pemimpin lima tahun mendatang.

Elektabilitas 4 Kandidat Gubernur
Elektabilitas 4 Kandidat Gubernur Sulsel / Poltracking Indonesia

ANALISA TEMUAN

1. Data survei ini menunjukkan bahwa Ichsan Yasin Limpo dan Nurdin Halid adalah dua kandidat unggul dengan perebutan suara yang sangat kompetitif. Tingkat popularitas (kedikenalan) dan tingkat akseptabilitas (kedisukaan) cenderung lebih unggul Ichsan Yasin Limpo, tetapi Nurdin Halid cenderung unggul pada elektabilitas spontan atau top of mind (8.87%). Hal yang perlu dicatat, para kandidat mengalami trend kenaikan popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas dengan signifikansi kenaikan tertinggi pada Nurdin Halid.

2. Angka yang sangat kompetitif semakin terlihat pada elektabilitas kandidat gubernur. Dari 16 nama kandidat Gubernur yang ditanyakan, tingkat elektabilitas Ichsan Yasin Limpo (18.80%) dan Nurdin Halid (18.46%) hanya selisih 0.34% . Sulit untuk menentukan siapa kandidat yang mempunyai angka elektabilitas tertinggi karena dua kandidat teratas mempunyai selisih angka elektabilitas di bawah margin 3.5%.

3. Sedangkan pada elektabilitas kandidat Wakil Gubernur, tingkat elektabilitas Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (22.63%) adalah yang tertinggi. Selanjutnya adalah Rusdi Masse (11.38%). Berbeda dengan elektabilitas kandidat gubernur, angka ini cukup jelas menunjukkan siapa yang mempunyai angka elektabilitas kandidat wakil gubernur tertinggi. Dalam hal ini, variable Merakyat (22.76%) menjadi basis pertimbangan utama pemilih dalam menentukan kandidat Wakil Gubernur pilihannya.

4. Temuan dalam simulasi figur kandidat gubernur menunjukkan bahwa Ichsan Yasin Limpo (21.87%), Nurdin Halid (21.27%), dan Nurdin Abdullah (20.46%) adalah figur kandidat dengan kekuatan elektabilitas yang sangat bersaing karena simulasi elektabilitas kandidat gubernur menunjukkan gap elektabiltias berada di dalam margin 3.5%. Trend simulasi elektabilitas 4 kandidat ini menunjukan bahwa Nurdin Halid (naik 8 poin) dan Ichsan Yasin Limpo (naik 7 poin) mengalami peningkatan trend elektabilitas secara signifikan. Sementara Nurdin Abdullah (naik 4 poin) juga mengalami peningkatan trend elektabilitas, tetapi tidak terlalu signifikan. Sedangkan Agus Arifin Nu’mang (turun 2 poin) mengalami penurunan trend elektabilitas.

5. Hasil agak berbeda pada simulasi pasangan kandidat. Jarak elektabilitas dalam simulasi pasangan kandidat cenderung menjauh dari margin of error. Dalam hal ini Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar sebagai pasangan kandidat yang cenderung mempunyai keunggulan elektabilitas tetapi masih berada di bawah margin 3.5%. Pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar cenderung unggul dengan gap elektabilitas antara +2% hingga +3% dalam simulasi “real world” Pilgub Sulawesi Selatan. Sebagai misal, jika tedapat 3 pasangan kandidat di Pilkada Sulsel 2018, maka pasangan Nurdin Halid – Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (22.85%) memperoleh elektabilitas tertinggi disusul Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (Cakka) (19.69%), dan Nurdin Abdullah – Tanribali Lamo (17.14%).

6. Survei ini menunjukkan bahwa sebanyak 25.83% pemilih sudah memiliki kemantapan terhadap pilihannya sejak saat survei dilaksanakan. Terkait dengan hal ini, sebanyak 42.20% pemilih mengaku masih mungkin merubah pilihanya. Hal ini disebabkan, pemilih masih ingin melihat Visi, Misi, dan Program Kerja Calon Gubernur (55.00%).

(sumber: Poltracking)