Resensi Film : My Stupid Boyfriend Perpaduan Jakarta-Makassar

My Stupid Boyfriend
Poster Film My Stupid Boyfriend

Genre / Jenis Film: Comedy
Sutradara Film: Joel Fadly
Rumah Produksi Film: GO Pictures
Penulis Naskah / Skenario : Jf Zola & Anash Olivia
Produser Film: Ravi Pridhnani
Tanggal Rilis / Tayang Film: 28 September 2017 (Indonesia)
Negara asal Film: Indonesia
Bahasa Film: Indonesia

Pemain/Pemeran : Kemal Palevi berperan sebagai – Jamal, Kartika Putri berperan sebagai – Samara, Gary Iskak berperan sebagai – Ayah Jamal, Joe Project berperan sebagai – Ayah Samara, Agung Hercules berperan sebagai – Hercules, Tumming berperan sebagai – Tumming, Abu berperan sebagai – Abu, Nurfadillah Haifa berperan sebagai – Titira Jobita.

Sinopsis :

Film ini menceritakan tentang sebuah komunitas bertujuan membantu orang-orang yang bermasalah dalam percintaan, bernama “Lovers Club”. Cukup dengan mendaftar dan membayar biaya administrasi, maka seseorang sudah menjadi anggota club yang diketuai oleh Jamal (kemal Palevi) ini dan siap untuk di bela. “Lovers Club” ini selain ketua Jamal Oedin Sastrowardoyo, beranggotakan Titira Jobita (Nurfadillah) sebagai wakil presiden klub, Tumming (Arie L. Tumming) sebagai bagian administrasi dan Abu (Abu Rellie) menjabat sebagai kepala keuangan. Semua pergerakan dan strategi disiapkan di basecamp mereka.

Lalu pada sebuah kesempatan saat menjalankan aksi club mereka, Jamal jatuh cinta pada Samara (Kartika Putri). Sayangnya keduanya tak direstui karena Samara sudah dijodohkan pada Cules (Agung Hercules). Sedangkan disisi lain Samara sendiri memiliki kekasih bernama Ruben. Banyaknya konflik dan masalah membuat Jamal juga harus berusaha untuk mendapatkan cinta Samara di tengah berbagai macam problema konyol.

Samara dan Ruben kemudian diculik oleh mafia Don Carlo (Alex Abbad), musuh bisnis cokro, ayah Ruben, yang kemudian meminta uang tebusan 10 M. Jamal dan anggotanya beraksi berupaya membebaskan mereka.

Resensi:

Setelah memperkenalkan tokoh utama yakni Jamal (Kemal Palevi) yang dipanggil kapten, pembuka cerita dimulai dengan sebuah kecelakaan di sebuah danau, dimana karakter Jamal diperlihatkan sebagai pribadi yang konyol. Adegan Jamal menyelamatkan anak yang tenggelam, kemudian disambut bak pahlawan berubah menjadi cemoohan ketika Jamal justru bertanya kepada orang-orang sekelilingnya, siapa yang telah mendorongnya, hingga ikut tercebur ke dalam danau ? seakan menggambarkan sebuah sketsa cerita lucu yang telah banyak beredar di medsos dan begitu akrab di telinga.

Berlanjut saat kelompok ini yang dinamakan “Lovers Club” terdiri dari Jamal beserta aktor-aktor besutan film “Uang Panai”, Tumming, Abu dan Titira (Nurfadillah) membantu rekannya sendiri yang diperankan oleh Ikram Noer agar bisa menikahi kekasihnya zaenab menjadi awal pertemuan Jamal dan Samara (Kartika Putri), dengan settingan adegan penyamaran sebagai wanita bercadar bak orang arab, serta Tumming yang berpakaian wanita untuk menculik zaenab, boleh jadi menjadi aksi yang sangat lucu dan konyol, tetapi semoga tidak menjadi pintu kritikan kelompok tertentu.

Aksi konyol Abu dan Tumming sebagai start up berangsur hambar ketika Jamal mulai mendominasi adegan sebagai tokoh utama dalam film ini. Namanya juga komedi, adegannya tentu lucu-lucuan, tetapi tetap harus memperhatikan adab dan etika, karena pesan moral dalam film akan ikut terbawa sebagai bentuk sosialisasi secara tidak langsung. Selanjutnya alur cerita berjalan sesuai irama drama percintaan Jamal dan Samara yang di kemas dalam aksi dan tingkah konyol yang terus mengundang gelak tawa.

Film My Stupid Boyfriend ini, selain menjual adegan kelucuan juga menjadi ajang unjuk kebolehan para komedian top yang telah punya “nama” sebelumnya. Sebut saja Joy P Project yang berperan sebagai ayah Samara. Serta Gary Iskak dan Monica Oemardi sebagai orang tua Jamal. Belum lagi dengan hadirnya bintang sitkom kampung KW, Jokobi dan Megawangi selaku bapak dan ibu cokro, orangtua Ruben.

Dibumbui lagi dengan masuknya sosok ajudan pribadi medsos, si Akbar. Ada juga Alex Abbad ex VJ MTV yang sukses besar sebagai Diga dalam film “My Stupid Boss”, Vikri Rasta (stand Up Comedy Academy), bang Tigor (sitkom suami-suami takut istri), terus pelantun astuti di dunia maya, Agung Hercules, benar-benar membuat film ini bertabur perpaduan bintang film dan dunia maya.

Permainan kata-kata humoris Trio Tumming – Abu – Titira sebagai anggota “Lovers club” cukup menghidupkan penokohan Jamal sang kapten. Karakter yang tetap melekat pada diri mereka dengan dialek Makassar yang kental, menjadikan sajian komedi sedikit berbeda dengan film komedi lainnya, tetapi saya tidak menemukan irama yang pas atau perpaduan istimewa ketika dialek Makassar disandingkan dengan dialek Betawi untuk menghadirkan komedi yang cerdas dalam film ini. Terkesan film ini berupaya memasukkan budaya Makassar dengan harapan menggaet keajaiban film “Uang Panai” dapat terulang di Makassar.

Sang sutradara Joel Fadly tentu berharap film keduanya ini lebih sukses dibanding film garapan terdahulunya “membabi buta” yang bergenre horror.

Bagaimanapun, film produksi GO Pictures ini yang telah dirilis sejak tanggal 28 September 2017 di bioskop XXI, telah mengundang tawa dan cukup menghibur. Setidaknya, bagi penikmat film komedi Makassar, sejenak bisa menjadi obat penawar kerinduan akan komedi bergaya khas Makassar. Meskipun konten lokal Makassar diperlakukan tak lebih dari sekedar tempelan bagi sebuah cerita komedi orang Jakarta yang absurd.

Nah, bagi yang rindu terbahak bersama dan kepingin tahu seperti apa rasanya perpaduan sop konro dan soto betawi dalam satu sajian, layak mencicipi film ini. Dan silahkan rasakan “bedanya”.