Bandar Besar Obat Daftar G di Makassar Akhirnya Ditahan

229
Ilustrasi / net

MAKASSAR, LONTAR.id – Bandar besar obat daftar G di Kota Makassar bernama Alexander alias Alex, akhirnya ditahan oleh aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Senin (2/10/2017), yang sebelumnya ditangguhkan oleh oknum penyidik kepolisian.

Penahanan dilakukan setelah pihak Polda Sulsel melakukan pelimpahan tahap kedua atau penyerahan barang bukti dan tersangka dalam kasus kepemilikan ribuan butir obat daftar G.

Kepala Seksi pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Makassar, Andi Usama, mengatakan, Alex akan ditahan untuk 20 hari ke depan, untuk menyelesaikan berkas perkaranya hingga masuk persidangan.

“Kami tahan selama 20 hari ke depan. Berkas perkaranya dulu diselesaikan, setelah itu dilimpahkan ke pengadilan untuk diadili,” katanya.

Obat Terlarang
Barang bukti 12 dos obat daftar G dan tersangka pemilik barang bukti, Alexander / kabar.news

Sementara barang bukti yang diserahkan oleh Polda sulsel, juga telah berada di Kantor Kejari Makassar, Jalan Ammanagappa.

Sebelum dilimpahkan ke Kejari Makassar, Polda Sulsel awalnya melakukan registerasi perkara sesuai dengan proserdur adimnistrasi.

“Melalui kejari sekarang. Karena prosedurnya memang seperti itu. Kejati hanya menjembatani karena lokasi kejadian perkaranya di Makassar, makanya langsung diserahkan ke sana,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Dari Kejati,Sulsel tersangka dan barang bukti sebanyak 12 dos jumbo obat daftar G diserahkan langsung pihak Polda ke Kejari Makassar dengan Nomor Reg/100/VII/2017/Ditres Narkoba Tgl 17 Juli 2017.

Ribuan obat yang disita dengan total masing-masing 784 butir Tramadol, 2200 butir Somadril, 170 Kaleng Tirhexhexiprenidil (THD) dan 13 Kaleng Dextro.

Dalam proses perjalanannya, ribuan butir obat daftar G ini dimasukkan ke dalam mobil box dan dikawal ketat tim dari Polda hingga proses penyerahannya ke Kejari.

Berpolemik

Kasus kepemilikan ribuan butir obat daftar G ini sempat berpolemik. Pasalnya, dua orang oknum anggota Direktorat Narkoba Polda Sulsel sempat diduga melepas sang pemilik obat terlarang tersebut.

Karena itu, Direktorat Profesi dan Pengamanan (Dit Propam) Polda Sulsel, pun melakukan pemeriksaaan terhadap dua oknum polisi yang diduga sengaja membebaskan tersangka tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, membebaskan tersangka Alex adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh dua anggota yang menangani kasus obat daftar G.

“Keduanya sudah diperiksa Propam. Tentu akan ada sanksi terhadap mereka. Ada dua yang diperiksa, Kasubdit sama Kanit-nya. Kamu taulah siapa yang tangani ini kasusnya. Jadi keduanya masih sementara dalam proses pemeriksaan Propam Polda Sulsel,” tegas Kombes Dicky Sondani.

Sanksi yang akan diberikan terkait pelanggaran yang dilakukan kedua oknum itu, kata Dicky, berupa sanksi kode etik dari pihak kepolisian. Terberatnya bisa sampai pemecatan.

“Bakal kena sanksi kode etik, ancaman terberatnya itu yah di Pemecatan tidak dengan hormat (PTDH),” tandasnya.

Pengungkapan kasus

Diketahui, terbongkarnya kasus kepemilikan obat daftar G Alex berawal ketika dua pelaku pengedar obat-obatan daftar G yakni Kasmin (34) dan Muis Dg Nyiko (40) diringkus Tim Khusus Polres Gowa, Senin (17/7/2017) lalu.

Kasmin ditangkap di rumah Muis Dg Nyiko di Jalan Daeng Tata Lama, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku memperoleh dari salah satu rumah toko di Jalan Malengkeri Makassar, milik Alex.

Saat digeledah polisi menemukan puluhan karung dan kardus yang diduga berisi ribuan butir obat daftar G dengan berbagai jenis. Adapun jenis obat tersebut diantaranya Tramadol, Somadril, Gastrul, Gynaecosit, Luxuan, Emperor Capsule dan Frixitas.(WA)