Penembakan Brutal di Las Vegas Tewaskan 50 Orang

115
Penembakan brutal
Pengunjung festival musik di dekat Mandalay Bay berlarian saat penembakan terjadi / FOTO: AFP

LONTAR.id – Aksi penembakan brutal terjadi di dekat Kasino Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat. Jumlah korban jiwa dalam insiden tragis ini mencapai puluhan orang.

Kepolisian setempat menyatakan, sejauh ini, setidaknya 50 orang telah dipastikan tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka.

Dengan tingginya korban jiwa tersebut, insiden ini menjadi penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS. Jumlah korban jiwa dalam insiden ini melampaui insiden penembakan di kelab malam di Orlando pada tahun 2016 lalu, yang menewaskan 49 orang.

Kepolisian Las Vegas memastikan pelaku penembakan saat berlangsung festival musik di dekat Kasino Mandalay Bay tersebut, bertindak seorang diri.

Namun, Polisi juga kini tengah memburu seorang wanita keturunan Asia yang diduga menemani pelaku sebelum penembakan terjadi. Pelaku sendiri telah ditembak mati polisi.

“Terdapat seorang pelaku penembakan di lantai 32 (hotel) Mandalay Bay. Polisi mendatangi pelaku di lokasi itu. Pelaku telah tewas saat ini,” kata Sheriff Joseph Lombardo dari Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam konferensi pers, seperti dilansir The Guardian, Senin (2/10/2017).

Berikut video amatir detik-detik penembakan brutal:

Detik-detik penembakan brutal di Las Vegas yang menewaskan 50 orang lebih.

A post shared by Info Sulsel (@info_sulsel) on

Pelaku yang diperkirakan pria berumur 65 tahun ini diyakini melepas tembakan dari balkon lantai 32 Hotel Mandalay Bay ke arah kerumunan penonton festival musik Route 91 Harvest yang digelar secara outdoor di seberang hotel. Motif penembakan belum diketahui pasti.

Saat kejadian, orang-orang yang berada di lokasi konser panik dan lari berhamburan. Banyak orang terinjak-injak. Pelaku telah tewas ditembak polisi. Identitas pria itu belum dirilis kepolisian.

Pelaku penembakan disebut kepolisian sebagai pria Las Vegas yang diyakini tidak terkait dengan kelompok militan.

“Pelaku telah diidentifikasi. Dia seorang warga lokal. Saya tidak akan merilis namanya untuk saat ini,” ucapnya.

“Kami meyakini bahwa penyerang utama dalam insiden ini telah tewas dan tidak lagi menjadi ancaman,” tegas Lombardo.(*)