Soal Penembakan, Polda Sulsel Tuding Mahasiswa Berbohong

1332
Mahasiswa korban penembakan di Makassar / int
MAKASSAR, LONTAR.id – Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 03.30 Wita dini, terjadi penembakan terhadap seorang pemuda bernama Arialdi Kamal, mahasiswa Fakultas Hukum semester akhir di Universitas Bosowa (Unibos), di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, tepatnya di depan Kantor DPRD Sulsel.

Penembaknya adalah oknum polisi dari Unit 2 Turjawali Subdit Gasum Dit Sabhara Polda Sulsel. Untungnya, peluru yang mengenai Arialdi hanya peluru karet sehingga tidak tembus dan hanya mengalami luka.

Meski begitu, pemuda berusia 23 tahun tersebut harus dirawat inap di Rumah Sakit (RS) Haji, Jalan Daeng Ngeppe Makassar. Arialdy mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kirinya.

Menurut pengakuan Arialdy, kejadian yang menimpanya ini bermula saat Ia bersama temannya hendak pulang usai mengerjakan skripsi di Jalan Sunu.

Saat melintas di depan kantor DPRD Sulsel, lanjut Arialdi, beberapa anggota Sabhara yang sementara parkir di pinggir jalan tiba-tiba memukul rekannya, Nur yang sedang mengendarai motor tanpa mengenakan helm.

“Teman saya yang bawa motor langsung dipukul balok atau bambu tidak saya ingat mi. Karena kaget tiba-tiba dipukul, teman saya langsung tancap gas. Setelah itu langsung ada yang menembak saya pake puluru karet,” jelas Sekertaris HMI Fakultas Hukum Unibos ini.

Insiden itupun mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunnya Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Prof Marwan Mas. Menurutnya, peristiwa ini harus jadi perhatian serius dan harus diungkap secara transparan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono.

“Sebab kalau dugaan pelanggaran hanya karena tidak pakai helm saat mengendarai sepeda motor saat dirazia malam hari, kemudian melarikan diri dan dilakukan tindakan keras dengan menembak, saya kira ini tdk pantas, tidak seimbang, dan tidak prosedural,” tandasnya kepada wartawan melalui pesan singkat, Jumat (6/10/2017).

“Penggunaan senjata hanya dalam kondisi darurat atau terdesak untuk melindungi keselamatan seseorang, atau melumpuhkan pelaku kriminal karena melawan atau melarikan diri saat akan ditangkap,” tambahnya.

Begitu juga Ketua Komisariat Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Bosowa (Unibos), Iqrawansyah Lukman. Ia mengutuk tindakan oknum polisi yang menembak Arialdi Kamal, mahasiswa Fakultas Hukum Unibos tersebut.

“Kami selaku kader HMI komisariat hukum unibos meminta kepada pihak kepolisian harus profesional dalam menjalankan tugas. Kami Juga meminta kepada pihak propam yang menirima laporan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kami meminta kepolisian untuk menangkap oknum polisi yang melakukan penembakan,” tegasnya.

Tuding Mahasiswa Berbohong

Sementara, pihak Polda Sulsel memberikan klarifikasi terkait insiden itu. Berbeda dengan pengakuan korban. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, malah menuding jika mahasiswa tersebut berbohong. [next]