Pria yang Poligami Berisiko Terkena Penyakit Jantung

39
Poligami
ilustrasi/ int

LONTAR.id – Pria yang melakukan poligami memiliki berbagai alasan untuk membenarkan tindakannya. Meski kehidupan pria yang berpoligami terlihat enak, tapi ternyata beristri lebih dari satu tak seindah yang dibayangkan. Bahkan berisiko terkena penyakit jantung.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa pria yang berpoligami memiliki risiko empat kali lipat mengalami sumbatan pembuluh darah dibanding mereka yang hanya memiliki satu istri. Kondisi ini membuat pria sangat rentan terkena serangan jantung.

Dr. Amin Daoulah, spesialis jantung dari rumah sakit King Faisal, Jeddah, Arab Saudi, mengatakan bahwa semakin banyak jumlah istri, maka risiko jantung koroner semakin besar.

“Penyebabnya adalah peningkatan beban rumah tangga, baik secara finansial maupun emosional,” ungkap Daoulah.

Kondisi tersebut juga serupa dengan sebuah studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiologi Masyarakat Asia Pasifik 2015. Studi tersebut menyatakan bahwa semakin banyak istri, maka semakin tinggi risiko penyakit jantung.

Tapi, penelitian tersebut belum menemukan hubungan yang jelas antara poligami dengan penyakit jantung.

“Ada kemungkinan faktor lain yang tersembunyi, seperti tingkat keintiman dalam pernikahan, pola makan atau faktor genetik,” tambah Daolah.

Dilansir dari Journal of Biology Letters, separuh dari pria dan wanita yang terlibat dari hubungan monogami ke poligami memilih hubungan yang serius hanya dengan satu pasangan saja pada satu waktu.

Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa poligami mungkin masuk akal bagi pria dalam kerangka evolusi, tetapi tidak dengan wanita. Hal ini karena pria poligami dapat memiliki banyak anak dalam satu waktu, dibandingkan wanita yang hanya bisa memiliki satu anak dalam sembilan bulan.

Selain itu, poligami mungkin tidak terlalu bagus bagi pria karena terlalu banyak istri bisa meningkatkan potensi konflik intrapersonal dan membutuhkan banyak biaya.

Jurnal Philosophical Trannsaction 21012 dari Royal Society mempublikasikan fakta bahwa poligami menjadi hal yang wajar jika bertujuan untuk mengurangi tingkat kekerasan, kemiskinan, dan ketidaksetaraan gender.

Untuk menemukan hubungan antara poligami dan kesehatan, Daolah membentuk tim untuk meneliti sejumlah pria di Timur Tengah dimana poligami lebih diterima secara budaya.

Diantara pria tersebut, 68 persen hanya memiliki satu istri dan sisanya melakukan poligami. Hasilnya, pria yang berpoligami dalam penelitian tersebut 4,6 kali berisiko mengalami penyempitan arteri koroner dan 2,6 kali berisiko mengalami penyumbatan arteri lainnya.

Ketua European Society of Cardiology, Dr.Michel Komajda mengatakan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan tingkat stres.

“Stres jangka panjang dalam kehidupan rumah tangga juga meningkatkan risiko jantung koroner. Biasanya, orang yang mengalami masalah psikologis seperti ini enggan mengkonsumsi obat,” tambahnya.

(sumber: kompas)