Besaran Tarif Taksi Online yang Ditetapkan Kemenhub

ILUSTRASI (INT)

LONTAR.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan aturan baru pengoperasian taksi online yang resmi berlaku pada 1 November 2017 mendatang. Termasuk juga mengatur terkait tarif batas bawah dan batas atas.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, pemberlakuan tarif dibagi dua wilayah. Wilayah I meliputi Sumatera, Jawa dan Bali. Kemudian wilayah II yakni Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sugihardjo menjelaskan, wilayah I akan diberlakukan tarif batas atas Rp6.000 per-kilometer dan batas bawah Rp-3.000. Kemudian untuk wilayah II batas atasnya Rp6.500 per-kilometer dan batas bawahnya Rp-3.700 per kilometer.

“Masih ada evaluasi, kalau ada masukan silakan. Kami mendengarkan masukan dari semua pihak,” kata Sugihardjo dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Dia menjelaskan, evaluasi akan dilakukan rutin setiap 6 bulan, untuk memperhitungkan kembali tarif-tarif yang sudah ada.

“Evaluasi bisa dilakukan kalau ada keadaan mendesak dan misalnya ada kenaikan biaya operasional seperti harga BBM, bisa langsung kita evaluasi,” jelas dia.

Sugihardjo mengatakan, mengharapkan dengan aturan ini tak ada lagi mitra taksi online yang mematikan aplikasi karena tarifnya terlalu murah.(*)