Polisi Kejar Anak Buah Terpidana Mati Amir Aco

68

MAKASSAR, LONTAR.id- Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel masih mengejar satu orang anak buah Amir Aco, yang diduga terlibat dalam kasus penyelundupan 987 butir pil ekstasi asal Belanda yang masuk di Kota Makassar baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha, Senin kemarin.

“Masih ada satu orang yang bernama Ardi. Sudah masuk DPO. Dia lari setelah ibu Amir Aco memberitahukan soal penangkapan. Sampai sekarang masih dalam pengejaran,” kata Kombes Pol Eka saat menggelar konfrensi pers di Mapolda Sulsel.

Ibunya Amir Aco

Eka mengatakan, kemungkinan besar Ardi merupakan orang yang dihubungi Amir Aco melalui ibunya untuk memesan narkoba jenis baru ini. Ia juga menyebutkan Ardi kemungkinan berada di luar.

“Karena sampai sekarang waktu ibunya saya suruh komunikasi, ibunya bilang saya ditangkap polisi. Setelah bilang hapenya langsung mati,” imbuhnya.

Ardi diketahui selalu datang menjenguk Amir Aco yang ditahan di Lapas Klas 1 Makassar. Sehingga mereka berhubungan langsung dengan bandar dari Belanda untuk memesan barang haram tersebut.

Sebelumnya terpidana mati kasus narkoba, Amir Aco, kembali berulah. Dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar, Aco ketahuan memesan narkoba jenis ekstasi merek Gucci sebanyak 987 butir dari Belanda.

Ada enam orang yang ditangkap dalam kasus ini. Salah satunya Supiati Daeng Kanang, yang merupakan ibu Amir Aco.

Sementara pelaku lainnya yakni Suriansyah (25) dan adiknya Sanra (23), Thamrin (42), Amirah (18) beserta seorang anak di bawah umur berinisial Ar (16).(WA)