Gagal Memperkosa, Oknum Debt Collector Tikam Gadis Belia

467
Korban percobaan pemerkosaan disertai penikaman dirawat di rumah sakit / int

MAKASSAR, LONTAR.id- nasib malang menimpa Atasya (16), siswi salah satu SMK jurusan keperawatan di Kota Makassar. Ia menjadi korban penikaman oleh seorang penagih hutang alias debt collector, Rabu 22 November 2017. Gadis belia itu ditikam setelah gagal diperkosa oleh pelaku yang diketahui bekerja di WOM Finace.

Kejadian itu berlangsung di rumah Atasya sendiri, di Jalan Sungai Poso, Lr.60, No.1 B, Kecamatan Makassar. Menurut informasi, kejadian itu berawal saat pelaku bernama Rio tersebut datang untuk menagih cicilan sepeda motor kakak Atasya atas nama Agum Syaputra.

Awalnya, pelaku datang berdua bersama seorang rekannya dan ditemui korban dan ayahnya, Herman Parerung. Lantaran tak ditemui Agum, dua debt collector itu kemudian pergi, sekira pukul 15.10 Wita.

Pukul 17.30 Wita, pelaku datang kembali seorang diri. Saat itu korban sendirian dan baru saja selesai mandi. Melihat kondisi itu, pelaku langsung mengikuti korban ke lantai dua. Sebelum naik, pelaku terlebih dulu mengambil sebilah pisau yang berada di lantai satu.

“Jadi adik saya diikuti naik ke lantai dua. Saat hendak diperkosa adik saya melawan dan berteriak. Pelaku langsung tusuk di bagian leher tujuh kali, di mulut sekali. Mungkin pelaku mengira adik saya sudah meninggal dan langsung melarikan diri. Adik saya lari sampai ke teras dengan kondisi berlumuran untuk meminta tolong,” jelas Agum.

Agum menambahkan, selain menikam dan berusaha memperkosa, pelaku yang diketahui merupakan warga Pattalassang, Kabupaten Gowa, itu juga mengambil smartphone merek Iphone 5 milik adik bungsunya tersebut.

“Jadi yang melihat korban pertama kali itu adalah adik saya yang laki-laki. Warga langsung datang dan membawa lari korban ke rumah sakit,” ungkap pemuda berusia 21 tahun ini.

Kepala Polsek Makassar, Kompol Usman membenarkan kasus tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini korban yang dirawat di RS Pelamonia masih sulit bicara. “Korban masih sulit berbicara karena luka tikam di bagian leher dan lidah,” ungkap Usman.

Usman menyebut saat ini pihaknya sudah mengantongi identitasnya pelaku. “Semoga segera bisa diamankan,” pungkasnya.(*)