Collector Penikam Siswi SMK Rekrutan Perusahaan Swapro

129
(Kiri) Manager Area WOM Makassar Dani Calvin, (tengah) Kaka Korban, Agum Syaputra, (kanan) Kepala Cabang WOM Makassar, Levie Hardani .
MAKASSAR, LONTAR.id – Rio Kurnia Putra Mambe (27), tersangka kasus penikaman terhadap seorang siswi SMK di Makassar berinisial AR (16), ternyata hasil rekrutan Perusahaan Swapro yang dipekerjakan di PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finace sebagai petugas penagihan alias collector.

Hal itu diungkapkan Kepala Cabang WOM Finance Makassar, Levie Hardian, saat menggelar jumpa pers di Warkop Sija, Jalan Topaz, Makassar, Jumat (24/11/2017) sore.

“Pelaku ini collector bukan debt collector. Collector menangani angsuran yang tidak terlalu lama menunggak, tiga bulan ke bawah. Kalau debt collector itu angsuran yang sudah menunggak lama. Dia (pelaku) ini outsourcing dari Perusahaan Swapro yang merupakan vendor kami,” ungkapnya.

Soal mekanisme penarikan kendaraan nasabah yang sudah menunggak lama, kata dia, Wom Finance punya standar operasinal prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan. Menurutnya, apa yang dilakukan pelaku tersebut di luar SOP perusahaan.

“Kami ada SOP, tidak dibenarkan tindakan semena-mena. Dalam penarikan sebenarnya tidak ada kontak fisik dan ribut-ribut. Kejadian ini murni perbuatan kriminal pelaku,” bebernya.

Baca juga: Oknum Debt Collector Penikam Siswi SMK di Makassar Ditembak

Padahal, lanjutnya, kakak korban atas nama Agum Syaputra sudah kooperatif mau menyerahkan sepeda motor yang dicicilnya untuk ditarik oleh pelaku tersebut.

“Kakak korban sudah kooperatif. Kuncinya sudah diserahkan kepada pelaku untuk ditarik. Tapi dasar ini pelaku punya niat jahat lain di luar dari tugas. Setelah dengar ada kejadian ini, kami langsung bergerak bersama polisi untuk mencari pelakunya. Dan Alhamdullilah sudah ditangkap,” tandasnya.

Pihak WOM Finance berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan berjanji akan melakukan evaluasi terhadap vendor Swapro selaku penyalur SDM. Sebagai rasa prihatin, pihak WOM Finace berjanji akan menanggung biaya pengobatan korban.

“Kami akan meriview ulang kerjasamanya dan kami sudah bicarakan kepada manajemen soal kejadian ini. Keputusan kontrak kerjasama dengan Swapro akan dilanjutkan atau tidak kami serahkan kepada WOM Finance pusat. Kami akan bantu korban untuk biaya pengobatan,” tambahnya.

Rio Kurnia Putra Mambe (27 tahun), pelaku percobaan pemerkosaan disertai penikaman menjerit kesakitan usai ditembak polisi / ist

Sementara kakak kandung korban, Agum Syaputra mengatakan, saat ini kondisi korban masih dalam keadaan kritis. Gadis malang itu dirawat intensif di Ruang ICU RS Plamonia Makassar. Belum bisa bicara akibat tujuh luka tusukan di leher, serta sekali di lidah.

Baca juga: Gagal Memperkosa, Oknum Debt Collector Tikam Gadis Belia

“Kondisi adik saya masih kritis di ruang ICU. Sudah dioperasi tapi belum bisa bicara. Pihak WOM punya itikad baik, dan mau membantu dana pengobatan adik saya. Kami tidak persoalkan pihak WOM karena ini murni niat jahat pelaku,” ujarnya di lokasi yang sama.

Agum pun tak menyangkali soal menunggaknya pembayaran motor yang dicicilnya dari WOM Finance. Menurutnya, hal itu disebabkan lantaran adanya kebutuhan lain yang lebih penting untuk dibiayai.

“Jadi sudah berjalan 1 tahun lebih. Memang sudah tiga bulan menunggak. Tapi baru kali menunggak karena adik saya sempat sakit dan butuh biaya. Tapi sebelumnya lancar terus. Saya baru ditagih sama dia (pelaku). Yang penagih sebelumnya bukan dia,” jelasnya.

Kronologis Kejadian

Diberitakan sebelumnya, nasib malang menimpa Atasya (16), siswi salah satu SMK jurusan keperawatan di Kota Makassar. Ia menjadi korban penikaman oleh seorang penagih hutang alias debt collector, Rabu 22 November 2017. Gadis belia itu ditikam setelah gagal diperkosa oleh pelaku yang diketahui bekerja di WOM Finance.(next)