Mahasiswi UIN Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kost

288
Internet

GOWA, LONTAR.id – Karmila, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar ditemukan tewas di dalam kamar kosnya, Jalan M Yasin Limpo, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa, 5 Desember 2017.

Mayat gadis berusia 18 tahun ini pertama kali ditemukan oleh sepupunya bernama Wawan (17), yang saat itu datang untuk mengambil kiriman uang. Menurut pengakuan Wawan, diriny terpaksa mendobrak pintu kamar kost korban lantaran tak ada jawaban saat dipanggil.

“Saya panggil-panggil tapi tidak ada jawaban. Saya terpaksa dobrak. Ketika saya masuk, posisi korban sudah telentang di tempat cuci piring dan hanya mengenakan pakaian dalam BH dan celana dalam, sudah meninggal dunia,” kata Wawan.

Tak berselang lama, Wawan kemudian memanggil tetangga korban lalu menghubungi pihak kepolisian. Petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Turut hadir Kapolres Gowa yang baru AKBP Shinto Silitonga di lokasi kejadian.

Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polri Cabang Makassar untuk divisum. Pihak Polres Gowa belum bisa memastikan penyebab kematian korban sebab masih dalam penyelidikan. Namun, dari penyelidikian sementara ada bekas lebam di tangan Karmila.

“Ada luka lebam di tangan bagian kiri. Korban tiba dari Malakaji pada hari Minggu lalu. Lalu memarkir sepeda motornya di bawah kolong rumah tetangganya bernama Syamsiah. Kemugkinan sudah meninggal saat pulang dari rumah orangtuannya,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.

Hanya saja, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad Karmila. Hal itu diungkapkan keluarha korban bernama Yancu. Menuruntnya, pihak keluarganya sudah mengiklaskan kematian mahasiswi Fakultas Syahriah dan Hukum yang hobi beladiri taekwondo itu.

“Kami mengikhlaskan. Ayah dan ibunya tidak mau kalau anaknya diautopsi,” kata Yancu.

Yancu mengungkapkjan, jasad Karmila langsung dipulangkan di Malakaji, Tompobulu, Gowa, untuk dimakamkan. Penandatangan surat penundaan autposi pun langsung dilakukan oleh ibu Karmila di ruang visum rumah sakit.(*)