Polda-Kejati Berebut Selidiki Stadion Barombong

14
Internet

MAKASSAR, LONTAR.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mendatangi lokasi proyek Stadion Internasional Barombong, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Selasa 5 Desember.

Kunjungan ini sebagai respon atas peristiwa ambruknya salah satu segmen di lantai 3 tribun selatan. Tim Polda Sulsel dipimpin langsung Direktur Reskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudiawan Wibisono dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Sejumlah personel Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate terlihat berada di lokasi pembangunan stadion kebanggan warga Makassar itu.

Dicky mengatakan, insiden ambruknya salah satu segmen menjadi atensi Mabes Polri. “Kami memantau langsung stadion ini atas perintah dari Mabes Polri,” kata Dicky.

Kepolisian kata Dicky akan terus mengusut dan mengawasi semua proses pembangunan. Sikap itu untuk memastikan pengerjaan sesuai prosedur atau tidak, hingga mengusut dugaan tindak pidana korupsinya.

Senada, Yudhiawan mengaku sengaja mendatangi langsung lokasi mega proyek Sulsel itu untuk mengusut adanya dugaan tipikor. Meski manjadi atensi pusat, namun tim Mabes Polri, katanya belum diterunkan.

Hingga tim tipikor Polda meninggalkan lokasi, belum diketahui hasil investigasi penyebab amblasnya salah satu lantai stadion.

“Kalau nanti terjadi korupsi disini akan kami proses dan sementara kita kaji dulu dan ahli dari Polda sendiri, namun saya akan tetap melaporkan temuan ini ke Mabes Polri,” jelasnya.

Tak hanya kepolisian,Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat juga menggelar rapat membahas rubuhnya segment tribun dibagian selatan Stadion Barombong.

Dalam pertemuan itu, Kejaksaan mengundang pihak yang diduga mengetahui dan bertanggungjawab dalam proyek pembangunan Stadion tersebut.

“Tim sudah memanggil KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) untuk rapat hari ini (kemarin) bersama TP4D,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Terkait dugaan proyek yang menelan anggaran hingga ratusan miliar ini tidak didampingi oleh TP4D. Pihak Kejati enggan mengomentarinya.

“Saya belum bisa bicara soal itu. Saya koordiansikan dulu dengan ketua TP4D apakah proyek tersebut masuk pendampingan atau tidak,” tegasnya.

Padahal proyek yang menggunakan anggaran APBD maupun APBN yang nilainya cukup fantastis, idealnya didampingi oleh TP4D. Dari data yang dihimpun mengenai proyek APBD/APBN yang ada di Sulsel, proyek Stadion Barombong tidak ada dalam daftar nama ke 33 proyek yang didampingi oleh TP4D.

Proyek pembangunan stadion Barombong yang dimulai sejak tahun 2011. Dalam kurun waktu tersebut, proyek itu sudah 3 kali menelan anggaran APBN dan 6 kali APBD Sulsel.

Terakhir untuk tahun 2017, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel sebesar Rp 95 miliar digelontorkan untuk proyek tersebut. Sementara untuk tahun 2018, APBD Sulsel yang akan dikeluarkan untuk proyek tersebut sebesar Rp 75 miliar. (*)