Awal Tahun, Markas Polisi di Makassar Dilempari Bom

83
Brigpol Unirsam, korban ledakan bom

MAKASSAR, LONTAR.id – Di balik kemeriahan pergantian tahun baru di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ada aksi teror yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab. Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bontoala di Jalan Sunu, dilempari bom rakitan.

Dua anggota kepolisian terluka akibat terkena serpihan bom yang diduga jenis pipa. Salah satunya Kepala Polsek Bontoala, Komisaris Polisi (Kompol) Rafiudin. Korbanya lainnya yakni Brigpol Unirsam.

Aksi teror itu terjadi sekira pukul 04.00 Wita dini hari, Senin (1/1/2018). Menurut informasi, pelemparan bom yang diduga dilakukan dua orang pemuda tersebut terjadi saat personel polsek sedang menggelar acara pelepasan tahun baru di halaman mapolsek.

Pelaku yang hingga kini masih diselidiki identitasnya tersebut masuk dari arah belakang dan langsung melemparkan benda yang disusul ledakan dan asap serta serpihan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dicky Sondani mengatakan, ledakan terdengar sebanyak tiga kali.”Tiga kali bunyi ledakan. Usai melempar, pelaku langsung melarikan diri ke arah belakang polsek dengan cara melompat tembok,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, Tim Gegana Sat Brimob Polda Sulsel langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan. Ditemukan satu tas ransel milik pelaku. Isinya tiga botol berisi bahan bakar.

Dicky menambahkan, sejauh ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Tim penjinak bom dan anjing pelacak (K9) dikerahkan ke TKP untuk melacak jejak pelaku. Sementara dua korban sudah mendapat perawatan medis. Brigpol Unirsam rencananya akan dioperasi karena lukanya cukup parah.

“Tim cyber juga sementara melakukan pelacakan,” tambahnya.

barang bukti

Pasca kejadian, Kepala Polda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi Umar Septono, bersama Panglima Kodam (Pangdam) Hasanuddin, Mayjen Agus Surya Bakti, langsung mengunjungi lokasi kejadian. Kedua jenderal ini mengutuk keras aksi teror tersebut.

“Kalau dibilang kecolongan, kami kira tidak, karena kami sudah maksimal untuk menjaga keamanan. Ini aksi teror dan kami akan kejar pelakunya sampai di mana pun,” tegas Irjen Umar.

Sementara, Pangdam) Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti mengatakan, peneror bom molotov di Polsek Bontoala Makassar beraksi dengan strategi yang dilakukan pencuri alias maling.

“Pelaku beraksi seperti maling. Mencari kesempatan untuk beraksi. Saya juga sudah perintahkan anggota saya untuk membantu aparat kepolisian mencari pelakunya,” kata Agus, usai meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

“Ini pelajaran dan menjadi sinyal jika kita tak boleh lengah dan selalu siaga. Seluruh penjagaan Markas Komando TNI di Sulsel pada umumnya juga selalu saya tegaskan jangan pernah lengah dan lalai tapi setiap kondisi apa pun harus tetap bersiaga,” ujar Agus.

Apalagi, lanjut dia, jelang pesta demokrasi, yakni pemilihan kepala daerah di Sulsel. Agus menilai tugas TNI maupun Polri berat. Karena itu, kata dia, kesiagaan harus terus dijaga.

“Masyarakat juga diharap bersama-sama tetap menjaga wilayahnya masing-masing dan tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang bisa memicu situasi tidak kondusif,” harap Agus.(WA)