Kim Jong Un: AS Tak Berani Serang Korut

63
Kim Jong Un

LONTAR.id – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un mengatakan, Amerika Serikat (AS) tak berani menyerang negaranya. Menurutnya, AS yang kini dipimpin Donald Trump tidak akan bisa memulai perang dengan negaranya yang berhasil mengembangkan senjata nuklir yang bisa menyerang wilayah AS.

“Seluruh wilayah Amerika Serikat sekarang berada dalam jangkauan senjata nuklir kita, dan tombol senjata nuklir itu ada di meja saya. Ini adalah realitas, bukan ancaman, Mereka tak berani,” tegas Kim Jong Un dalam pidato Tahun Baru di televisi.

“Tahun ini kami berkonsentrasi mengembangkan kepala nuklir dan rudal balistik untuk bisa dikerahkan. Senjata-senjata ini hanya akan digunakan jika keamanan kami terancam,” tambah Kim.

Dalam pidato yang disiarkan di TV, Kim mengatakan bahwa dia akan terus mempercepat program senjatanya.

“Kita harus memproduksi hulu ledak nuklir dan rudal balistik secara massal dan mempercepat penyebarannya. Kita (Korut) dapat mengatasi segala jenis ancaman nuklir dari AS dan memiliki pencegahan nuklir yang kuat yang mampu mencegah AS bermain dengan api,” tandasnya.

Baca juga: Pimpinan Korut Ancam Akan Luncurkan Rudal Lebih Banyak

Korea Utara telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua dan pada September telah melaksanakan uji coba nuklir keenam dan paling besar yang merupakan perlawanan atas peringatan dan sanksi dari dunia.

Langkah Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadi konflik baru di semenanjung Korea.

Kim Jong Un mengatakan akan mempertimbangkan mengirim delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Utara pada Februari mendatang.

Baca juga: Donald Trump Tegaskan Amerika Siap Hadapi Korea Utara

Baca jug: Saat Duterte Katai Kim Jong-Un Bodoh dan Bajingan

“Keikutsertaan Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin merupakan kesempatan baik untuk memperlihatkan persatuan rakyat dan kami ingin Olimpiade itu sukses. Pejabat dari kedua negara akan bertemu untuk membicarakan kemungkinan itu,” kata Kim.

Sementara, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan, keikutsertaan Korea Utara yang dipimpin Kim Jong Un akan menjamin keamanan Olimpiade Pyeongchang dan bulan lalu mengusulkan agar Seoul dan Washington menunda latihan perang bersama hingga Olimpiade berakhir.(*)