Tidak Terindikasi Terlibat, Danny Sebut Diadang 40 Kasus

78
Danny Pomanto / ist
MAKASSAR, LONTAR.id – Pemeriksaan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, oleh penyidik Polda Sulsel beberapa hari ini, sangat menyita perhatian publik.

Bagaimana tidak, walikota yang syarat dengan prestasi ini tiba-tiba diseret masuk ke dalam dua kasus dugaan korupsi, meski hanya berstatus saksi.

Padahal pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2018 segera dimulai. Danny Pomanto akan berstatus petahana atau incumbent. Berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Makassar, Indira Mulyasari (DIAmi).

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Danny Pomanto dinyatakan tidak terindikasi terlibat dalam kasus pengadaan bibit Pohon Ketapang Kencana dan kasus sanggar lorong DInas Koperasi UMKM Makassar, Jumat (5/1/2018).

“Hari ini Polda Sulsel menyatakan bahwa dua dari 40 kasus yang dipersiapkan untuk menjerat saya, tidak ada satupun yang membuktikan bahwa saya terlibat. Saya sangat terharu, berkat doa dari seluruh masyarakat,” ungkap Danny, usai zikir dan doa bersama, di Tribun Lapangan Karebosi.

Danny menilai, peristiwa yang baru saja menimpanya merupakan hal yang sangat berbahaya. Karena dapat membolak-balikan suasana keamanan kota, utamanya menjelang Pilwalkot Makassar.

“Saya benar-benar bersyukur kepada Allah. Berkat pertolongan-nya, persoalan yang sempat menimpa saya jadi terang benderang. Kalau bukan campur tangan Allah, ini pasti akan berbeda hasilnya,” ujarnya.

Kendati demikian, Danny mengaku akan terus mengawal kasus yang akan mengadangnya. Pasalnya, hampir seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Makassar, masih dalam pemeriksaan di Polda Sulsel.

Ia juga akan melaporkan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Karena menurut Danny, pemeriksaan terhadap hampir seluruh jajaran pemerintahannya, dapat mengganggu kerja di Pemkot Makassar.

“Ini sama dengan meruntuhkan pemerintahan secara perlahan, karena pondasi (SKPD) yang menopangnya diambil. Sehingga pekerjaan menjadi terganggu. SKPD saya sampai saat ini juga masih syok dengan begitu banyaknya persoalan yang sebenarnya sudah diselesaikan melalui pemeriksaan BPK,” pungkasnya.

Polda Terbitkan SKCK Danny