Ada Lagi Bayi di Makassar Jadi Korban Peluru Nyasar

175
Sefti Saraswati, bayi 16 bulan korban peluru nyasar.
MAKASSAR, LONTAR.id – Insiden peluru nyasar kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korbannya balita perempuan berusia 16 bulan bernama Sefti Saraswati, warga Jalan Bontoduri lorong V, Kecamatan Tamalate.

Insiden yang menimpa bayi malang itu terjadi sekira pukul 05.00 Wita dini hari, Jumat (2/2/2018) saat Ia bersama orangtuanya sedang tertidur. Proyektil senjata api tiba-tiba menembus atap seng rumah korban dan mengenai bagian perut.

Peristiwa itu dibenarkan ayah korban, Sugeng Ramdhani. Ia mengatakan, anaknya yang saat itu tertidur tiba-tiba menangis kesakitan. Sugeng pun kaget lantaran ada darah di bagian bawah perut anak kandungnya itu.

“Saya kaget kenapa tiba-tiba anak saya menangis kayak orang kesakitan. Saat itu langsung saya bawa ke RS Labuang Baji,” kata Sugeng kepada wartawan.

Meski cepat dilarikan ke RS Labuang Baji untuk mendapat perawatan intensif, namun korban tak mendapat pelayanan baik di rumah sakit milik Pemprov Sulsel Polri tersebut. Bayi malang itu 9 jam terbaring di kasur pasien tanpa tindakan cepat dari pihak rumah sakit. Dokter hanya memberikan infus di bagian tangan korban.

Pihak keluarga yang merasa kecewa pun berinisiatif memindahkan korban ke RS Wahidin Sudirohusodo untuk mendapat tindakan cepat dari dokter. Kekecewaan itu diutarakan salah satu kerabat korban yang juga ketua RT 4 RW 6, Kelurahan Bontoduri, Tamalate.

“Sembilan jam kodong ini anak hanya dikasi infus tidak ada kejelasan apakah mau dioperasi atau bagaimana. Sampai setelah Salat Jumat baru ketemu dokter. Tapi katanya di rumah sakit itu tidak ada alat untuk operasi bedah,” tandas Diana kerabat korban.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan medis untuk pengangkatan proyektil senjata api yang belum diketahui asal dan pemiliknya.

Polisi Menyelidiki

Terkait kasus kasus peluru nyasar yang menimpa bayi 16 bulan tersebut, Kepala Polsek Tamalate, Komisaris Polisi (Kompol) Aris mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidkian.