Anjing Ini Diberi Hak Suara Rencana Koalisi Pemerintah, Kok Bisa?

27
Seekor anjing bernama Lima yang menjadi peserta pemungutan suara Partai Demokratik Sosial (SPD) di Jerman.(Bild/Peter Mueller)

LONTAR.id – Seekor anjing tercatat sebagai salah satu peserta pemungutan suara yang memiliki hak suara sah di Jerman. Hal itupun membuat malu  Partai sayap kiri di Jerman, Demokratik Sosial (SPD), Minggu pekan lalu (18/2/2018).

Dilansir The Telegraph, anjing bernama Lima itu seharusnya telah memberikan suaranya dalam voting yang digelar Selasa (20/2/2018).

Koran terbesar Jerman, Bild, mengaku sengaja melakukannya. Awalnya, mereka ingin melihat apakah SPD ketat dalam memeriksa data anggota mereka.

Jurnalis Bild memberikan alamat pemilik Lima, dan menyebutkan usia Lima adalah 21 tahun, dengan mengonversi umur anjing dengan umur manusia. Ternyata, SPD terkecoh, sehingga anjing asal Spanyol itu diterima sebagai anggota untuk memberikan suara dalam voting.

Bahkan, mereka mengirimi anjing asal Spanyol itu balot berisi pilihan, serta selebaran kampanye. Dalam pernyataannya, Juru Bicara SPD mengatakan kalau setiap partai politik yang ada di Jerman tidak mempunyai akses ke data pemilih resmi.

“Pada dasarnya, kami menerima setiap anggota baru sepanjang informasi yang mereka berikan benar,” ujar juru bicara tersebut.

Jubir itu melanjutkan, Bild bisa dituntut secara hukum karena telah memberikan data palsu mengenai calon anggota partai.

Insiden itu menambah panjang nasib sial yang diterima oleh SPD. Sebelumnya, Martin Schulz harus lengser setelah menerima mosi tidak percaya.

Selain itu, dalam sebuah survei yang dilakukan Insa Institute, SPD berada di peringkat ketiga dengan tingkat kepercayaan publik hanya 15,5 persen.

Mereka terancam untuk pertama kalinya menjadi partai di luar dua kekuatan utama politik Jerman pasca-Perang Dunia II.

Berbagai kemunduran itu terjadi sejak Schulz mencapai kata sepakat dengan Kanselir Petahana Angela Merkel untuk memperbarui koalisi mereka.

Meski merupakan partai pemenang pemilu September 2017, Union pimpinan Merkel membutuhkan SPD untuk bisa membentuk pemerintahan.

Kini, SPD diburu waktu untuk menyetujui, atau menolak proposal koalisi tersebut, sebelum tenggat waktu 4 Maret mendatang.(sumber: Kompas.com)