Oknum Dosen Diringkus Polisi Gara-gara Sebar Berita Hoax

Ilustrasi

LONTAR.id – Seorang wanita berinisial AW (40 tahun), warga Desa Tirtomartini, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Jawa Tengah, ditangkap aparat kepolisian karena diduga telah menyebarkan berita bohong alias hoax di media sosial.

Berita hoax yang disebarkannya oknum dosen ini berisi tentang dibunuhnya seorang muadzin Majalengka oleh orang yang berpura-pura gila. Berita hoaks tersebut disebarkannya melalui media sosial Facebook.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menjelaskan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan polisi nomor: Lp/81/A /II/2018/Jbr/Res Mjl/Sat.Reskrim tertanggal 22 Februari 2018.

TAW ditangkap personel Sat Reskrim Polres Majalengka dan Dit Direskrimum Polda Jabar di kawasan Jakarta Utara, Senin (26/2/2018) malam dan langsung dibawa ke Polres Majalengka untuk diproses lebih lanjut.

Baca juga: Siswa Pelayaran Penghina Polisi di Facebook Diringkus

Kombes Umar menambahkan, berita bohong ini diketahui anggota Polres Majalengka pada Sabtu (17/2/2018) sekitar pukul 12.00 WIB, melalui media sosial facebook atas nama akun Tara Dev Sams yang dilakukan pelaku TAW.

Akun tersebut memuat berita hoaks yang berisi: “SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN ?? dan seorang Muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila. ???? Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahron seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat. Modus perampokan disertai pembunuhan… Mungkin kah orang gila lagi pelakunya? KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS…aamiin ”

Namun dari hasil penyelidikan, polisi tak menemukan adanya korban muazin dan pelaku orang gila.

“Atas kejadian tersebut masyarakat di Kabupaten Majalengka menjadi resah dan takut sehingga menimbulkan kegaduhan dan rasa kebencian seseorang atau salah satu pihak,” ujar Umar, dilansir dari Kompascom, Rabu(28/2/2018).

Polisi kemudian memburu penyebar berita bohong tersebut. Setelah didapatkan identitas pelaku, polisi langsung mengejar dan menangkap pelaku. Hingga kini, polisi masih mengembangkan kasus tersebut.(*)