3 Hari Tinggalkan Rumah, Siswa SMK di Gowa Ditemukan Tergantung

79
Ilustrasi / int

GOWA, LONTAR.id – Warga Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan digegerkan dengan adanya sesosok mayat tergantung di pohon nagka di dalam kebun, Selasa (13/3/2018).

Mayat bejenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Asrul, remaja berusia 16 tahun. Siswa SMK Balangpapa itu ditemukan warga sudah tidak bernyawa dengan kondisi membusuk dan lidahnya menjulur, sekira pukul 08.00 Wita.

Penemuan mayat itu dibenarkan Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga. Ia mengatakan, setelah mendapat informasi dari warga terkait peristiwa itu, pihaknya langsung mendatangi TKP.

“Saya bersama Kasatreskrim dan Tim Identifikasi Polres Gowa melakukan pengecekan di lokasi penemuan mayat itu. Dari hasil penyelidikan sementara korban itu bunuh diri, untuk motivnya belum kami ketahui,” kata AKBP Shinto.

Proses evakuasi jenazah pun berjalan dramatis lantaran lokasinya berada di tebing batu yang terjal. Jasad korban harus diturunkan dengan cara menggunakan tali. Orangtua korban juga harus dievakuasi oleh warga karena histeris tak kuasa menahan duka.

“Kami harus mendalami fakta-fakta lanjutan, terutama mengotopsi korban sehingga dapat dipastikan secara ilmiah apa yang menjadi penyebab kematian korban,” tambah Shinto.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan tali nilon, sepasang sendal jepit dan sebilah badik dari lokasi kejadian. Polisi belum bisa mengambil kesimpulan terkait penyebab kematian korban lantaran kondisi jasad telah membusuk.

Menurut informasi, korban terakhir menghilang sejak tiga hari yang lalu dan pamit kepada orangtuanya untuk ke rumah temannya.”Dia (korban) pamit tiga hari yang lalu katanya mau ke rumah temannya,” kata Ahmad, orang tua korban.

Jasad korban saat ini dievakuasi ke RS Bhayakara Polri Makassar untuk diautopsi. Sementara orangtua korban dievakuasi ke rumah duka, Dusun Pakattolompo, Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu yang berjarak 1 km dari TKP.(wan)