Bapenda Sulsel Tegaskan Tidak Ada Pemutihan Pajak Kendaraan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Drs H. Tautoto TR, M.Si, berbicara di atas mimbar, di Hotel Clarion Makassar / ist

MAKASSAR, LONTAR.id – Pesan berantai (broadcast) di grup-grup media sosial terkait adanya kebijakan pemutihan pajak kendaraan, ditanggapi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Drs H. Tautoto TR, M.Si.

Tautoto menegaskan tidak ada pemutihan pajak kendaraan di Sulsel. Ia memastikan pesan berantai tersebut tidaklah benar.

“Kami tegaskan tidak ada pemutihan pajak kendaraan di Provinsi Sulsel. Pesan yang beredar di grup WhatsApp adalah pemutihan pajak kendaraan di daerah lain, bukan di Sulsel,” katanya saat ditemui di Hotel Clarion Makassar, Jumat (4/5).

Ia mengimbau pelanggan samsat di Sulsel untuk segera membayar pajak kendaraan dan tidak mengulur waktu dengan alasan menunggu penghapusan denda pajak. Sebab pemilik kendaraan yang kedapatan menunggak pajak dapat ditilang oleh petugas kepolisian saat razia kendaraan.

“Pada tahun 2016 lalu kami pernah menggelar pemutihan pajak kendaraan, namun sekarang kami tidak melakukannya lagi. Kami tidak dapat memastikan kami kembali menggelar pemutihan pajak,” katanya.

Yang ada saat ini adalah penurunan pajak progresif kendaraan kedua dan seterusnya yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2018.

Sebelumnya pajak progresif kendaraan kedua sebesar 2,5% kini turun menjadi 2 persen, pajak progresif kendaraan ketiga yang dulunya 3,5% sekarang menjadi 2,25%, sementara pajak progresif kendaraan keempat yang sebelumnya sebesar 4,5%, sekarang sebesar 2,5%, dan pajak kendaraan kelima dan seterusnya yang dulu sebesar 5,5%, sekarang sisa 2,75%.

Bapenda Sulsel juga menurunkan pajak kendaraan baru dari 12,5 persen menjadi 10 persen sehingga harga mobil baru di Sulsel sudah sama dengan harga mobil baru di Jakarta.(*)