Rusuh Mako Brimob, 6 Kantong Jenazah Dibawa ke RS Polri

93
sumber foto: detikcom

Polisi dikabarkan sudah bisa mengendalikan situasi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hingga Rabu pagi (9/5/2018), setelah adanya kerusuhan antara napi dan petugas rutan. Namun, pengamanan masih terus dilakukan, termasuk mendatangkan bantuan dari TNI AD.

Sekitar pukul 07.09 WIB, tampak dua truk TNI AD masuk ke Mako Brimob di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua, Depok. Di badan mobil truk berwarna hijau tua itu, bertuliskan Yonzikon 11/DW, Keduanya masuk secara beriringan.

Dilansir dari detik, pengamanan juga diperketat di depan Gereja Gideon yang bersebelahan dengan Mako Brimob. Tampak polisi bersenjata lengkap berjaga. Ada sekitar 11 polisi bersenjata laras panjang yang berjaga.

Selain itu, juga ada tiga polisi lalu lintas, ikut berjaga di depan gereja. Ketiganya membantu mengarahkan arus kendaraan yang padat akibat jalan ditutup.

Dilansir dari CNNIndonesia, kerusuhan dipicu saat beberapa napi terorisme berusaha merebut senjata anggota Densus 88. Pada sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi ketegangan, dan beberapa petugas dilengkapi topi baja dan rompi antipeluru, berjaga di luar Mako.

Dari pengeras pada Rabu dini hari itu, para personel diinstruksikan agar meningkatkan kewaspadaan. Mereka serentak mengokang senjata laras panjang mereka, sembari mengendap-endap mencari tempat persembunyian.

Seorang petugas yang berada di dekat wartawan, ditegur komandannya. “Hei, mau cari mati kamu!” Serta-merta petugas itu bergegas mencari tempat berlindung di sekitar halte.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tampak sebuah ambulans masuk ke dalam Mako Brimob, dan keluar dengan sirine pada pukul 06.00 WIB. Ambulans bertuliskan RS Bhayangkara itu, terlihat bergegas menuju RS Bhayangkara yang tak jauh dari tempat itu. Ambulans tersebut diduga berisi korban yang luka.

Respon Jusuf Kalla

[/nextpage]

LONTAR.id – Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, rusuh dan menelan beberapa korban jiwa. Enam kantong jenazah yang diduga korban kerusuhan telah berada di Rumah Sakit (RS) Polri, Keramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/5).

Berdasarkan informasi, ambulans yang membawa kantong-kantong jenazah itu telah datang sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB. Mobil ambulans yang membawa kantong jenazah di antaranya bertulis Polda Metro Jaya.

Area gedung forensik RS Polri telah disterilisasi. Garis polisi dipasang dari depan gedung melingkar sampai belakang ruang jenazah. Beberapa anggota polisi berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang juga disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan.

Pihak keluarga korban juga telah datang ke RS Polri. Namun, sampai saat ini belum diketahui pasti apakah enam kantong jenazah itu merupakan anggota Brimob atau narapidana terorisme yang terlibat kerusuhan semalam.

Polri belum memberikan keterangan resmi mengenai keberadaan enam jenazah ini. Belum ada penjelasan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto yang dihubungi lewat pesan singkat dan telepon.

Kepala Bidang Pelayanan RS Polri Kombes Sumirat mengaku tak mengetahui mengenai keberadaan enam jenazah di RS Polri. Sumirat mengaku tengah dalam perjalanan ke luar kota.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto membenarkan ada yang terbunuh dalam insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa ini cukup penting untuk segera diselesaikan.

“Kalau sudah ada yang terbunuh ya urgent,” kata Wiranto.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal saat meninjau Mako Brimob, Rabu (9/5) dini hari, mengungkapkan, ada beberapa luka-luka atas insiden itu.

“Ada beberapa korban luka, baik dari petugas, tapi lukanya tidak serius,” kata Iqbal, di Mako Brimob.

Dua Truk TNI Masuk Mako Brimob