Rusuh Mako Brimob, 6 Kantong Jenazah Dibawa ke RS Polri

Polisi dikabarkan sudah bisa mengendalikan situasi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hingga Rabu pagi (9/5/2018), setelah adanya kerusuhan antara napi dan petugas rutan. Namun, pengamanan masih terus dilakukan, termasuk mendatangkan bantuan dari TNI AD.

Sekitar pukul 07.09 WIB, tampak dua truk TNI AD masuk ke Mako Brimob di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua, Depok. Di badan mobil truk berwarna hijau tua itu, bertuliskan Yonzikon 11/DW, Keduanya masuk secara beriringan.

Dilansir dari detik, pengamanan juga diperketat di depan Gereja Gideon yang bersebelahan dengan Mako Brimob. Tampak polisi bersenjata lengkap berjaga. Ada sekitar 11 polisi bersenjata laras panjang yang berjaga.

Selain itu, juga ada tiga polisi lalu lintas, ikut berjaga di depan gereja. Ketiganya membantu mengarahkan arus kendaraan yang padat akibat jalan ditutup.

Dilansir dari CNNIndonesia, kerusuhan dipicu saat beberapa napi terorisme berusaha merebut senjata anggota Densus 88. Pada sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi ketegangan, dan beberapa petugas dilengkapi topi baja dan rompi antipeluru, berjaga di luar Mako.

Dari pengeras pada Rabu dini hari itu, para personel diinstruksikan agar meningkatkan kewaspadaan. Mereka serentak mengokang senjata laras panjang mereka, sembari mengendap-endap mencari tempat persembunyian.

Seorang petugas yang berada di dekat wartawan, ditegur komandannya. “Hei, mau cari mati kamu!” Serta-merta petugas itu bergegas mencari tempat berlindung di sekitar halte.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tampak sebuah ambulans masuk ke dalam Mako Brimob, dan keluar dengan sirine pada pukul 06.00 WIB. Ambulans bertuliskan RS Bhayangkara itu, terlihat bergegas menuju RS Bhayangkara yang tak jauh dari tempat itu. Ambulans tersebut diduga berisi korban yang luka.

Respon Jusuf Kalla

[/nextpage]

Mendengar ada kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang sedang dalam kunjungan kerja di Yordania, menjadi tak tenang. Dia pun mempersingkat waktu kunjungannya sehari. Sedianya, dia berada di Yordania hingga 10 Mei 2018.

Tito ke Yordania untuk menghadiri pameran industri strategis dan pertahanan keamanan Spescial Operation Force Exhibition and Conference (SOFEC) ke-12 di Amman, Yordania. Kapolri dan rombongan ke Yordania sejak 7 Mei 2018 dan dijadwalkan hingga 10 Mei 2018.

Sejumlah petinggi Polri seperti Karomisinter Divhubinter Polri, Brigjen Pol Krishna Murti dan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol HS Maltha, turut mendampingi Kapolri dalam kunjungan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan DPR menyesalkan kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Wakil Ketua DPR Agus Hermanto segera memerintahkan komisi terkait, untuk memanggil Polri usai reses.

“Ke depan pas reses masuk tentu kami sampaikan kepada Komisi III untuk bahas secara detail masalah ini, dan mengambil langkah yang diperlukan supaya hal ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Agus menyesalkan insiden di Mako Brimob yang disebutnya kedua kali. Agus meminta Komisi III DPR mengevaluasi pengamanan di Rutan Mako Brimob.

“Tentu pengawasan harus ditingkatkan. Untuk itu, perlu dibicarakan, perlu dirapatkan dengan Komisi III untuk membuat, untuk melengkapi atau memperkuat struktur dari pengawasan,” sebut Agus.(*?)