Napi Teroris Masih Pegang Senjata Rampasan di Mako Brimob

33
Anggota kepolisian melakukan pengamanan Mako Brimob Kelapa Dua pasca bentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

LONTAR.id – Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, masih mencekam. Sejumlah tahanan teroris masih memegang senjata yang dirampas dari petugas yang tewas akibat kerusuhan.

Mereka yang memegang senjata itu masih menyandera seorang anggota polisi yang diketahui merupakan anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri hingga saat ini.

“Senjata di dalam diperkirakan yang diambil rekan-rekan kami yang gugur dan dirampas oleh mereka,” kata kepala Divisi Humas Mabes Polr Irjen Setyo Wasisto saat konferensi pers di Markas Badan Pemeliharaan Polri, Depok, Rabu (9/5).

Setyo belum bisa memastikan jumlah dan jenis senjata yang kini masih berada di tangan tahanan teroris.

“Jumlahnya kami juga masih pendalaman. Jumlahnya akan kita cek lagi,” ujar Setyo.

Menurut Setyo, saat ini polisi masih melakukan negosiasi dengan para penyandera.

“Harapannya hasil yang terbaik. Tentunya dengan dukungan rekan-rekan media yang menyampaikan ke masyarakat. Mohon masyarakat tidak gelisah, tidak takut, karena semua masih dalam kendali kita,” katanya.

Setyo juga mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai informasi yang tidak jelas dan memperkeruh keadaan.

“Kami mohon kepada seluruh masyarakat juga jangan percaya dengan media-media yang tidak jelas, yang memprovokasi, yang mengalihkan fakta-fakta dengan tujuan tertentu,” kata Setyo.

Polisi mengklaim kerusuhan antara tahanan dengan polisi terjadi lantaran terjadi salah paham terkait kiriman makanan antara tahanan dan aparat.

Sebanyak lima orang polisi tewas saat kerusuhan. Jenazah lima orang itu kini telah berada di RS Polri Kramat Jati.(*/)