Momentum Evaluasi Kesejahteraan Perawat yang Terabaikan

M. Ramli ( Pemerhati Profesi Keperawatan, Mantan Sekretaris BEM Akademi Keperawatan Yayasan Pendidikan Anak Bangsa 21 Maros Periode 2012-2013 )

12 Mei Adalah Hari Perawat Internasional, hari perayaan untuk menandai kontribusi perawat terhadap masyarakat sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasa perawat yang didahului oleh perjuangan dan pengorbanan florence Nightingale sebagai pelopor sekaligus ibu keperawatan dunia.

Profesi Perawat Merupakan salah satu pekerjaan mulia itu ditandai dengan ketulusan yang hadir dari diri seorang perawat sebagai orang yang berada di sisi pasien selama 24 jam penuh, memberikan pelayanan kesehatan penuh konsekuensi meski Saat ini profesi perawat telah mendapatkan perlindungan hukum melalui disahkannya undang undang keperawatan nomor 38 tahun 2014 namun Dengan adanya undang undang ini diharapakan perawat juga mampu bekerja sesuai peran profesinya secara lebih profesional, bertanggungjawab dan lebih optimal sebagai tuntutan pekerjaan meski tuntutan tersebut tidak berbanding lurus dengan perhatian terhadap kesejahteraan perawat yang jauh dari kata layak.

Hari perawat sedunia 2018 ( Internasional Nurse Day 2018 ) adalah peringatan yang kesekian kalinya digelar di seluruh dunia sejak tahun 1965 yang pertama kali diperingati oleh Dewan Perawat Internasional ( The International Council of Nurses ). ditengah peringatan itu sampai hari ini belum ada kontribusi besar oleh pengambil kebijakan yang mampu mewujudkan terpenuhi nya hak-hak para perawat secara layak yang sesuai dengan tuntutan dan kewajiban profesi perawat sebagai profesi yang di akui di dunia khusunya di negeri ini.

Setiap tahun perguruan tinggi keperawatan meluluskan ratusan hingga ribuan alumni dinegeri ini dan yang terserap pada fasilitas layanan kesehatan hanya sebagaian kecil itupun kesejahteraan nya kurang diperhatikan, indikatornya adalah sering kita temui di rumah sakit milik pemerintah menumpuknya perawat sukarela dan yang berstatus sebagai tenaga honorer dengan insentif yang hanya cukup untuk untuk menutupi ongkos transport dan alat make-up perawat perempuan serta bukan hanya itu banyak lulusan keperawatan yang lebih memilih beralih profesi bekerja ditempat swasta seperti di indomaret, alfamart, mall, perusahaan swasta dan lain-lain. untuk menghentikan persoalan ini demi tercapai pelayan kesehatan yang prima pemerintah harus membuka ruang seluas-luasnya dengan memperhatikan kesejahteraan profesi perawat.

Peringatan Internasional Nurse Day tahun ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak khususnya pemerintah dan organisasi profesi perawat dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap profesi mulia ini sebagai pendorong bagi para perawat dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya agar tak sekedar dituntut untuk profesional namun kesejahteraan nya terabaikan. jangan biarkan anak bangsa dinegeri ini yang berlatar belakang perawat semakin banyak meninggalkan profesi mulia ini hanya karena tidak adanya perhatian terhadap kesejahteraan profesi perawat.

Selamat Hari Perawat Sedunia, Perawat Adalah Jantung Pelayanan Kesehatan.

Oleh M. Ramli ( Pemerhati Profesi Keperawatan, Mantan Sekretaris BEM Akademi Keperawatan Yayasan Pendidikan Anak Bangsa 21 Maros Periode 2012-2013 )

SHARE
Nama Lengkap : M Ramli Alamat : Pulau Sapuka Pangkep Riwayat Organisasi : 1. Sekretaris BEM Akper Yapenas 21 Maros 2012-2013 2. Sekretaris Umum Himalaya Kab Pangkep 2013-2015 3. Himpunan Mahasiswa Islam 4. Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Pangkep ( IPPM-Pangkep ) 5. Inisiator Gerakan Aktivis Pemuda Mahasiswa Nasionalis ( GAPEMNAS ) 6. Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia ( AMPIBI ) 2016-Sekarang 7. Founder Jaringan Kemanusiaan 8. Sekretaris Liga Mahasiswa NasDem Komite Wilayah Sulawesi Selatan 2016-Sekarang