Pencegahan Penyakit Berbahaya Bagi Wanita  dan Biaya Vaksin

5
ilustrasi / int

LONTAR.id – Wanita lebih rentan terhadap penyakit mematikan. Sebut saja kanker payudara dan kanker leher rahim yang sudah banyak menelan korban.

Sayangnya belum banyak yang tahu kalau beberapa penyakit mematikan bisa dicegah dengan vaksin dan deteksi dini. Biaya vaksin dan deteksi dini mungkin terkesan mahal. Namun jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika terinfeksi, biaya berikut terkesan terjangkau.

Kanker serviks (vaksin HPV, papsmear, tes IVA)
Kanker serviks alias kanker leher rahim ternyata bisa dicegah. Penyebabnya adalah HPV atau Human papillomavirus. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks, dan dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker 70 persen kasus kanker serviks pada wanita.

Pencegahan kanker serviks dilakukan dengan vaksin HPV. Sebaiknya vaksin HPV diberikan pada anak perempuan berusia 9-15 tahun atau pada wanita yang belum pernah berhubungan seksual. Sementara itu deteksi dini dilakukan dengan cara papsmear dan tes IVA.

Biaya vaksin HPV

Ada dua jenis vaksin HPV. Yang pertama adalah Cervarix yang dapat mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab kanker serviks. Yang kedua adalah Gardasil untuk mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh HPV-16, HPV-18, serta kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV-6 dan HPV-11.

Pemberian vaksin HPV diberikan secara tiga dosis dalam jangka waktu enam bulan. Cervariks diberikan pada bulan ke 0,1, dan 6 bulan. Vaksin Gardasil diberikan pada bulan 0,2, dan 6 bulan.

Harga vaksin HPV Cervarix : Rp700.000/suntik (Rp2,1 juta untuk 3 kali)

Harga vaksin HPV Gardasil : Rp900.000/suntik (Rp2,7 juta untuk 3 kali)

Biasanya rumah sakit dan klinik menyediakan paket vaksin tiga kali suntik termasuk biaya dokter.

Biaya papsmear

Pap smear merupakan metode pemeriksaan sel-sel serviks untuk melihat perubahan yang terjadi pada sel-sel tersebut. Mekanisme pengambilan sel dilakukan dengan cara membuka mulut vagina menggunakan spekulum, kemudian sel diambil menggunakan spatula.

Biaya pasmear: Mulai dari Rp300.000 di rumah sakit. Namun kini papsmear juga bisa dilakukan di puskesmas atau laboratotium secara gratis menggunakan BPJS Kesehatan.

Tes IVA

Tes IVA (Inpeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan pemeriksaan serviks dengan melihat langsung mulut rahim dengan mengoleskan larutan asam asetat 3-5 %. Bila setelahnya muncul perubahan warna putih, maka kemungkinan pasien terkena kanker serviks.

Biaya tes IVA: Mulai dari Rp25.000

Kanker payudara

Meski kanker payudara juga bisa diderita pria, riset mengungkap bahwa wanita 200 kali lebih besar risikonya terkena kanker payudara. Bahkan berdasarkan riset dari National Cancer Institute, 1 dari 8 bayi perempuan yang baru lahir berisiko didiagnosa menderita kanker payudara saat dewasa.

SADARI

Pemeriksaan kanker payudara bisa dilakukan secara mandiri dengan gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Berikut gerakannya:

Berdirilah di depan cermin dengan gerakan menyamping. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk putting.
Letakkan tangan di pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Kemudian perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
Bungkukan badan lalu periksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
Tempelkan jempol dan jari telunjuk di sekitar puting, lalu tekan perlahan. Pastikan tidak ada cairan yang keluar selain ASI.
Biaya SADARI: Gratis

Mammografi

Mammografi merupakan proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv) untuk mengetahui risiko kanker payudara. Selanjutnya radiolog akan menganalisis gambar untuk menemukan adanya pertumbuhan yang abnormal.

Biaya mammografi: Mulai dari Rp400.000

Hepatitis B

Hepatitis B adalah disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB) yang dapat menyebabkan peradangan hati, sirosis, bahkan kanker hati. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa, tetapi melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Wanita hamil yang menderita hepatitis B berisiko melahirkan bayi prematur, bayi meninggal, hingga bisa membuat kematian ibu dan bayi.

Hepatitis B bisa dicegah dengan pemberian vaksin dengan dosis tiga kali suntik selama enam bulan. Namun sebelumnya pasien harus melakukan pengecekan darah HBsAg untuk mengetahui potensi tertular virus.

Biaya cek HBsAg: Mulai dari Rp177.000 di laboratorium kesehatan

Biaya vaksin Hepatitis B: Mulai dari Rp130.000

Meningitis

Meningitis adalah penyakit radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Radang ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain. Meningitis bisa dicegah dengan pemberian vaksin meningococcal.

Harga vaksin meningitis: Mulai dari Rp400.000

Rubella

Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Namun jika menginfeksi wanita hamil, bayi yang dilahirkan bisa mengalami sindrom rubella kongenital, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, paru-paru, bahkan kematian.

Rubella bisa dicegah dengan pemberian vaksin MMR. Selain melindungi dari infeksi rubella, MMR juga melindungi dari penyakit gondong dan campak.

Harga vaksin MMR: Mulai dari Rp200.000

(sumber: Cekaja)