Seorang Terduga Teroris Ditembak Mati Anggota Densus 88

18
Densus 88 terlibat baku tembak dengan kelompok teror di Surabaya. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

LONTAR.id – Personel Data Sement Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali terlibat aksi baku tembak dengan kelompok terduga teroris di Manukan Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Selasa petang, (16/5/2018). Dalam baku tembak tersebut, satu orang terduga teroris dikabarkan tewas tertembak.

“Ya, meninggal satu (terduga teroris). Satu orang (meninggal), dalam tembak-tembakan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Frans menyatakan, seorang terduga teroris itu ditembak di dalam rumahnya karena aparat menganggap dia membahayakan. Polisi mengambil tindakan tegas karena terduga teroris tersebut berusaha melawan saat akan ditangkap. Apalagi lokasinya merupakan kawasan permukiman padat penduduk.

Diduga, penyergapan ini terkait jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sebelumnya melakukan teror terhadap 3 gereja, dan peledakan di Rusunawa Wonocolo hingga bom bunuh diri di Mapolerstabes Surabaya.

Usai baku tembak, Densus 88 mengamankan istri dan 3 orang anak terduga teroris tersebut.

“Anak-anak 3 orang dan istrinya 1. Mereka sudah diamankan, rencananya mau dibawa ke Ditreskrimum atau Brimob,” jelas mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini.

Usai teror bom di tiga gereja di Surabaya dan Polrestabes, Densus 88 melakukan sejumlah penindakan pada kelompok teror. Tercatat sejumlah orang ditangkap dan ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap.(*/)