Cuitan Oknum Kepsek “Bom Surabaya Rekayasa” Berujung Hukum

33
Oknum Kepsek / facebook

LONTAR.id – Tragedi bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya yang menewaskan sejumlah orang seharusnya menimbulkan keprihatinan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, ada saja segelintir masyarakat yang mengaitkan aksi terorisme itu dengan politik. Salah satunya oknum kepala sekolah (kepsek) SMP di Kayong Utara, Kalimantan Barat, berinisial FSA.

Lewat akun Facebooknya bernama Fitri Septiani Alhinduan, wanita itu menyebut jika tragedi bom Surabaya direkayasa. Postingan FSA tersebut dinilai merupakan ujaran kebencian. Perempuan itu diamankan polisi dan kini menjadi tersangka.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, saat ini status FSA yang merupakan PNS di Kabupaten Kayong Utara, Kabar ini sudah resmi sebagai tersangka.

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung kita naikkan statusnya sebagai tersangka,” kata Nanang Purnomo, dilansir laman Kompas, Kamis (17/5/2018).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, sambung Nanang, FSA juga langsung ditahan di Mapolda Kalbar.

Sebagaimana diketahui, FSA merupakan seorang PNS yang juga kepala sekolah di salah satu SMP negeri di Kabupaten Kayong Utara.

Dalam akun Facebook miliknya, FSA menyebutkan bahwa peristiwa teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya itu sebagai rekayasa. Status Facebook tersebut kemudian viral di media sosial.(*/)