Ketua DPR Setuju Koopssusgab TNI Terlibat Perangi Terorisme

17
Pasukan elit / internet

LONTAR.id – Sikap Presiden Jokowi yang menyetujui usulan mengaktifkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk turut memerangi terorisme dan radikalisme disetujui Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

“Saya mendukung penuh upaya pemberantasan terorisme dengan melibatkan pasukan elite TNI. Pelibatan pasukan elite TNI dari matra darat, laut, dan udara, itu akan mempercepat pemberantasan terorisme,” kata Bambang Soesatyo, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, dilansir dari Liputan6, Jumat (18/5/2018).

Pria yang biasa disapa Bamsoet itu menjelaskan dasar hukum untuk melibatkan pasukan elite TNI meliputi, Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL, serta Satuan Bravo 90 Korps Paskhas TNI AU, untuk membantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri memerangi teroris.

Merujuk pada pasal 7 UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, kata Bamsoet, angkatan bersenjata kebanggaan nasional itu punya tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Guna menjalankan tugas pokok itu, TNI bisa menggelar operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP),” ucap Bamsoet, seperti dilansir dari Antara.

Merujuk pada ketentuan tersebut, maka OMSP dapat mengatasi gerakan separatisme bersenjata, aksi terorisme, hingga membantu Polri menjaga keamanan dan ketertiban.

“Namun, pelibatan TNI harus berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara,” kata Bamsoet seperti dilansir dari Antara.

Politikus Partai Golkar ini meminta Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI, agendanya membahas penggunaan pasukan elite di satuan TNI dalam membantu Polri memberantas gerakan terorisme.(*/)