Tagar #Sulselbagus Paling Menggema di Instagram

169

Agus-Tanribali

Sebelumnya diberitakan, pasangan kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (Agus-Tanribali) tampil di program acara ‘Kandidat Bicara’ yang disiarkan langsung stasiun televisi Metro TV, Kamis (17/8/2018) malam.

Sejumlah pertanyaan dilayangkan oleh para panelis kepada pasangan yang diusung Partai Gerindra, PPP dan PBB ini. Termasuk tentang data ekspos media dan media sosial.

“Pak Agus kan sudah menjadi nomor 2 selama 10 tahun terakhir, Pak Tanri juga anak gubernur yang memilih jadi nomor 2. Ada gak sih pengaruh terhadap bapak (Agus) sebagai orang menjadi nomor dua (Wagub) itu terkait dengan strategi komunikasi kepada publik baik di media maupun di media sosial. Dalam data riset kami, ternyata dibanding kandidat lainnya, posisi bapak (Agus-Tanribali) itu paling bawah. Jarang sekali terekspos media, demikian juga di media sosial,” tanya Tika, salah satu panelis.

Untuk sosial media, kata Tika, ada cacatan yang cukup menarik terkait dengan ekspos sosial media. Yakni 52,3 persen yang merespon Agus-Tanribali itu mereka yang berusia di atas 36 tahun.

“Sementara umur 26-35 itu sangat kecil sekira 15 persen, sementara 18 tahun sampai 26 itu juga sangat kecil. Bagaimana sih pendapat bapak terkait dengan media dan media sosial dalam strategi pemenangan di kontestasi pilkada ini,” kata Tika menambahkan pertanyaannya.

Berikut jawaban menohok Agus Arifin Nu’mang

“Jadi memang semua juga bilang begitu, termasuk tim saya dan konsultan politik mengatakan seperti itu. Katanya saya terlalu sabar, gak mau menonjolkan diri. Jadi saya bilang itu memang karakter saya.”

“Saya bekerja di belakang layar, ibarat juru masaka saya-lah yang jadi koki selama ini di Sulsel, yang menata keluar itu gunernur. Karena memang fungsi saya seperti itu. Saya ini anak tentara taat sama komandan.”

“Saya akui itu salah satu kelemahan saya, lambat keluarnya (terekspos). Tapi mudah-mudah setelah kami bicara di sini (Metro TV) masyarakat akan paham kalau sebenarnya yang jadi koki selama ini di Sulsel itu adalah wakil gubernurnya.”

“Peranan media itu luar biasa. Tapi saya objektif saja, apa yang saya lakukan itu yah seperti itu. Mungkin itu salah satu kelemahan yang saya pahami betul bahwa saya telat di situ. Tapi andaikan saya lebih awal (terekspos) mungkin saya tidak bisa langgeng sama Pak Syahrul, tidak ada saya di empat persen itu yang kompak sampai akhir.”

Sementara, Mayjen TNI (purn) Tanribali Lamo, calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 2,  juga menanggapi pertanyaan panelis perempuan tersebut.

“Kami sadar bahwa kami maju belakangan, bahkan msyarakat berpikir kalau pasangan ini (Agus-Tanribali) tidak akan maju.”

“Tapi setelah kami maju, yang di atas 35 tahun itu punya pemahaman yang lebih realistis kalau kami punya pengalaman punya hal-hal yang bagus.”

“Dari empat pasang di Pilgub Sulsel pasangan kami paling tenang, tidak dengan yang lain-lain mungkin beda. Sehingga ini barangkali yang membuat kami tidak pernah dimunculkan (diekspos), karena kami tidak pernah ikut campur terkait dengan saling sindir sana sling sindir sini dan sebaginya.”

(tim Lontar.id)