Hasil Survei Beda-beda, Jubir Agus-TBL: Biarkan Mereka Saling Klaim

126
Juru bicara (jubir) Agus-TBL, Andry Arief Bulu

MAKASSAR , LONTAR.id – Tiga lembaga survei yakni Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Script Survei Indonesia (SSI) dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), telah merilis hasil survei masing-masing terkait tingkat elektabilitas empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel.

Uniknya, tiga survei ini memiliki hasil berbeda soal pasangan calon yang meraih dukungan tertinggi.

CSIS menempatkan elektabilitas paslon Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diurutan pertama, disusul pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Profandalan), kemudian chsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanribali).

Sementara hasil survei SSI mengunggulkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), disusul Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar (NH-Aziz), kemudian Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), dan terakhir Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanribali).

Survei terbaru dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang diumumkan pasa Senin (18/5/2018), juga berbeda. JSI justru menempatkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di posisi teratas. Kemudian disusul Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanribali).

Dari tiga hasil survei itu, pasangan Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) selalu berada di posisi buncit. Elektabilitas Agus-TBL selalu di bawah 10 persen.

Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo / ist

Menanggapi hal itu, Juru bicara (jubir) Agus-TBL, Andry Arief Bulu mengaku jika pihaknya tak mau ambil pusing dengan hasil survei tersebut. Menurutnya, pihak Agus-TBL yang diusung tiga partai, Gerindra, PPP dan PBB, tidak mau terjebak dengan strategi saling counter hasil survei.

“Hasil rilis beberapa survei dalam beberap minggu ini sangat berbeda-beda. Padahal populasi, daerah dan metodenya sama. Sehingga ini hanya semacam saling counter saja. Biarkan mereka saling klaim saja, kami tidak akan ambil pusing dengan strategi seperti itu,” tandasnya.

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, strategi menggunakan hasil survei hanya pembentukan opini di masyarakat. Bisa jadi, kata dia, survei yang keluar tersebut hasil titipan kandidat tertentu.

“Kami tidak mau ikut-ikutan dengan strategi seperti, karena kapan muncul rilis maka minggu depan di counter lagi, oleh karena itu kami percaya dengan hasil riset tim internal kami, dimana hasilnya saat ini belum bisa kami share ke publik, kita akan lihat hasilnya tanggal 27 Juni nanti,” tegasnya.(*)