Lontar.id – Warga Kota Bekasi yang dinyatakan positif Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala atau OTG, akan ditampung di hotel.
“Di Green Hotel ini pernah merawat 50 orang untuk isolasi orang dari sebuah perusahaan berarti dia sudah familiar,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di The Green Hotel, Kamis, 24 Septrmber 2020.
Pepen, sapaan akrabnya, belum dapat memastikan kapan hotel ini beroperasi untuk isolasi. Sebab, hal itu bergantung kepada keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hotel bintang dua tersebut memiliki total 90 kamar yang keseluruhannya dapat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan
“Kalau ini kan ada hak dan kewajiban membayar hotel, makanya nanti BPBD segera menyampaikan kepada BNPB untuk mengajukan proposal tentang penanganan covid di sini,” jelas dia.
Berikut foto-foto fasilitas dan kesiapan The Green Hotel Bekasi Selatan yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri:
Petugas membersihkan lobi Green Hotel Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Jawa Barat, yang menurut rencana akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, Kamis, 24 September 2020. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.Petugas menyemprotkan disinfektan di kamar Green Hotel Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Jawa Barat, Kamis, 24 September 2020. Pihak hotel telah menyiapkan 20 pekerja hotel yang akan melayani pasien OTG dan gejala ringan Covid-19. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.Petugas merapikan kamar Green Hotel Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Jawa Barat, Kamis, 24 September 2020. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.Petugas merapikan kamar Green Hotel Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Jawa Barat, yang menurut rencana akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, Kamis, 24 September 2020. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.
Petugas membersihkan kamar Green Hotel Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Jawa Barat, Kamis, 24 Septrmber 2020. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.Setelah membersihkan kamar Green Hotel Kayuringin petugas yang menggunakan hazmat kembali keruanganya, Kamis, 24 September 2020. Foto: Lontar/Dumaz Artadi.