22 Institusi Bersinergi Lewat Ekosistem NEST untuk Pengembangan Talenta dan Inovasi

Binus dan 21 mitra lintas sektor sepakati kerja sama di ekosistem NEST untuk pengembangan talenta, inovasi kolaboratif, dan penciptaan dampak sosial berkelanjutan.

22 Institusi Bersinergi Lewat Ekosistem NEST untuk Pengembangan Talenta dan Inovasi
Agenda Multi-Helix Hub, Selasa (3/11/2026) pada rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Bali, 3-5 November 2026. Foto: Dok Binus

Bali – Sebanyak 22 institusi yang terdiri dari sektor pendidikan, industri, pemerintah, media, komunitas, dan yayasan menandatangani Piagam Kerja Sama dalam agenda Multi-Helix Hub. Penandatanganan ini merupakan bagian dari rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang berlangsung di Bali International Convention Centre, Bali, pada 3-5 November 2026.

Kerja sama ini dikembangkan melalui ekosistem National Ecosystem for Synergistic Transformation (NEST). Ekosistem NEST bertujuan menghubungkan pengetahuan, keahlian, jejaring, dan sumber daya lintas sektor untuk mengembangkan talenta masa depan dan menyediakan solusi bagi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Fokus utama dari ekosistem NEST mencakup empat area strategis: pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan, mendorong inovasi kolaboratif, pemanfaatan sumber daya bersama, serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Peluang program yang ditawarkan meliputi pelatihan dan pendampingan, riset bersama, proyek inovasi, serta perluasan akses terhadap pengalaman dan kesempatan kerja.

Melalui NEST, para pihak diharapkan dapat menyusun program bersama yang tidak hanya memperkuat kesiapan generasi penerus bangsa, tetapi juga mendorong inovasi di berbagai bidang serta memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat luas.

Peran Masing-Masing Sektor dalam NEST

Institusi pendidikan dalam ekosistem NEST memiliki peran krusial dalam berkontribusi melalui pembelajaran, riset, dan pengembangan kompetensi. Sementara itu, sektor industri diharapkan memberikan perspektif mengenai kebutuhan keterampilan terkini serta peluang penerapan inovasi yang relevan di dunia kerja.

Pemerintah dan regulator berperan penting dalam mendukung keterhubungan antar-sektor dengan arah pembangunan nasional. Di sisi lain, media, komunitas, dan yayasan bertugas untuk memperluas penyebaran pengetahuan dan menghubungkan program-program yang ada dengan kebutuhan riil di masyarakat.

Setiap mitra dalam NEST menyumbangkan sumber daya, keahlian tenaga profesional, fasilitas, teknologi, data, dan jejaring yang dimiliki. Kontribusi ini menjadi modal penting untuk perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas program yang dijalankan.

Tujuan Kolaborasi Jangka Panjang

CEO Bina Nusantara, Bernard Gunawan, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam NEST didasari oleh keinginan agar pendidikan dapat terus relevan dan memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Hal ini menjadi penting di tengah pesatnya perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Keberhasilan ekosistem ini akan terasa jika kerja sama kita membuka kesempatan, meningkatkan kemampuan, dan membantu masyarakat tumbuh lebih mandiri,” ujar Bernard Gunawan.

Bernard menambahkan, pertemuan mitra NEST pada agenda Multi-Helix Hub ini merupakan kelanjutan dari dialog yang telah berlangsung sebelumnya di Jakarta pada Agustus dan di Bogor pada Oktober 2026. Agenda-agenda sebelumnya fokus pada pembahasan kebutuhan, pemetaan potensi, dan penjajakan peluang kerja sama.

Mengurangi Kesenjangan Industri dan Lulusan

Perwakilan sektor industri dalam NEST, Haryanto Pratantara dari Kurnia Ciptamoda Gemilang, menyatakan bahwa salah satu harapan utama dari kerja sama ini adalah untuk mengurangi kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Hal ini dapat diwujudkan, salah satunya, melalui pendirian training center dan penyediaan pelatihan yang relevan.

Haryanto memberikan contoh, Binus dapat memberikan wawasan mengenai pendirian pusat pelatihan yang bermutu, sementara perusahaannya dapat memberikan masukan terkait penyiapan solusi yang relevan seiring dengan perubahan yang cepat terjadi.

“Mengingat saat ini semuanya bergerak sangat cepat dan berubah di semua sektor, khususnya teknologi,” tegas Haryanto Pratantara.

QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 diselenggarakan oleh Binus University sebagai tuan rumah, didukung oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) dan The Education University of Hong Kong (EduHK) sebagai co-host.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *