Bandung – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan konferensi internasional The 6th International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2026) di Bandung pada Rabu-Kamis, 4-5 November 2026. Acara ini didedikasikan sebagai wadah diseminasi hasil riset dan pengembangan inovasi teknologi dalam Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ).
Mengusung tema “HEBRING: High Impact Experiential Learning for Bringing Innovation into New Generations”, INNODEL 2026 memfokuskan diri pada pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman. Fokus ini bertujuan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital, termasuk pemanfaatan ruang belajar virtual berbasis metaverse, pengembangan kecerdasan buatan (AI tutor), hingga penerapan experiential learning.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT ini secara resmi dibuka oleh Rektor UT, Ali Muktiyanto. Manajer Hubungan Masyarakat dan Layanan Terpadu UT, Vika Ariyani, S.Sos., M.Si, menyatakan bahwa pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian konferensi yang berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Forum ini menjadi tempat untuk berbagi gagasan, mempresentasikan hasil riset, serta mengeksplorasi inovasi guna menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
“Melalui forum ini, UT mendorong lahirnya pemikiran dan solusi inovatif yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun global,” ujar Vika dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (4/11/2026).
Forum internasional ini berhasil mempertemukan 106 pemakalah (presenters) dan sekitar 200 peserta. Mereka berasal dari berbagai institusi pendidikan, lembaga penelitian, Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), serta dunia industri. Peserta konferensi datang dari 17 negara, meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Pakistan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Brasil, Trinidad dan Tobago, Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Mauritius, Türkiye, Finlandia, Palestina, hingga Australia.
Sesi utama INNODEL 2026 menampilkan Prof. Helen Crompton dari Old Dominion University, Amerika Serikat, sebagai keynote speaker. Sesi panel turut menghadirkan akademisi dari berbagai negara, yaitu Prof. Dr. Meltem Huri Baturay dari Konya Food & Agriculture University, Türkiye; Dr. Hanna Davis dari Tampere University of Applied Sciences, Finlandia; Prof. Cher Ping Lim dari The Education University of Hong Kong; dan Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D. dari Universitas Terbuka, Indonesia.
Selain diskusi panel, konferensi ini juga menyelenggarakan sesi workshop interaktif yang dipandu oleh AI Visual Expert Indonesia, Andre Surya, serta Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd., dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dengan semangat HEBRING, UT berharap konferensi ini dapat memperkuat keterampilan abad ke-21 bagi mahasiswa, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan adaptabilitas. Hal ini sejalan dengan komitmen UT selama lebih dari empat dekade dalam menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berpusat pada mahasiswa.
Komentar