400 Sarjana Terpilih Jadi Kartap BUMN Lewat Program Presiden P3MDI Batch 1

Presiden Prabowo Subianto resmikan 400 sarjana terpilih dalam Program Presiden P3MDI Batch 1 2026. Mereka akan ditempatkan di BUMN setelah pelatihan intensif.

400 Sarjana Terpilih Jadi Kartap BUMN Lewat Program Presiden P3MDI Batch 1
Sebanyak 400 Sarjana terpilih jadi peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 tahun 2026. Foto: Instagram/Sekretariat Kabinet

Sebanyak 400 lulusan sarjana terpilih menjadi peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 tahun 2026. Peserta terpilih telah mendapatkan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (3/11/2026).

Program P3MDI merupakan program berbasis talent scouting yang bertujuan menyaring dan mencetak calon pemimpin nasional. Para sarjana yang terpilih ini akan dipersiapkan untuk mengisi berbagai posisi strategis di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Setelah diresmikan, para peserta akan menjalani serangkaian pelatihan intensif selama enam bulan, dilanjutkan dengan program magang selama dua bulan di BUMN. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan magang, para peserta memiliki kesempatan untuk bekerja secara tetap di lingkungan BUMN.

“Para peserta P3MDI diproyeksikan untuk dapat bekerja di lingkungan BUMN dan berbagai program strategis pemerintah,” tutur Sekretaris Kabinet, dikutip dari postingan Instagram resminya pada Rabu (4/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para peserta untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan yang kuat. Beliau juga mengajak 130 guru besar, akademisi, dan praktisi pendidikan yang hadir untuk terus berupaya menemukan riset, solusi, dan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa P3MDI adalah salah satu upaya strategis agar lulusan perguruan tinggi memiliki kapasitas yang selaras dengan program-program strategis nasional. Penyiapan para peserta ini dilakukan oleh Universitas Republik Indonesia (URI).

“Penyiapan dari 400 orang yang nantinya ditempatkan di BUMN dan program strategis itu dilakukan oleh URI (Universitas Republik Indonesia),” kata Brian, dikutip dari Antara.

Selama masa pelatihan enam bulan, peserta akan dibekali penguatan dalam hal disiplin kebangsaan, empati, serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

“Ya pembelajaran seperti biasa, disiplin kebangsaan, empati, tapi di saat yang sama juga tentunya ada penyiapan kapasitas manajerial, kepemimpinan dan sebagainya. Kombinasi kedua itu,” ujar Brian.

Dengan bekal tersebut, diharapkan para peserta dapat memiliki performa kerja yang baik. Presiden juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.

“Sehingga mereka bagaimana dalam bekerja memiliki performa yang baik dengan integritas yang tinggi. Jadi, itu yang disampaikan presiden,” imbuh Brian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *