KSTI 2026 di ITS Surabaya: Forum Inovasi dengan Peraih Nobel Benjamin List

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 akan digelar di ITS Surabaya pada 10-13 November, menghadirkan peraih Nobel Benjamin List dan Jessica Dempsey.

KSTI 2026 di ITS Surabaya: Forum Inovasi dengan Peraih Nobel Benjamin List
Foto: Nikita Rosa/detikEdu/Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) akan dihadiri oleh dua tokoh terkemuka sains, yaitu peraih Nobel in Chemistry (2021) Benjamin List dan Prominent Scholar Astronomy Jessica Dempsey.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 dijadwalkan berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 10 hingga 13 November. Forum ini menjadi kelanjutan kesuksesan KSTI 2025 di Bandung.

KSTI bertujuan menjadi wadah bagi sekitar 500 produk riset dan inovasi dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, akademisi, dan masyarakat umum. Acara ini juga dirancang untuk mempertemukan inventor, inovator, dan investor.

Peserta akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti pameran dan demo produk, sidang pleno, forum CEO, business matching, serta hackathon.

Dua Tokoh Sains Internasional Hadir

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, menyatakan tema besar KSTI 2026 adalah pembangunan strategi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia. Latar belakang pemilihan tema ini adalah pentingnya pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam penyusunan kebijakan.

“Kami mengedepankan bagaimana pentingnya agar ilmu pengetahuan menjadi dampak jadi knowledge to impact. Jadi kita kembangkan dalam bentuk bagaimana juga kebijakan-kebijakan yang kita bangun di Indonesia, khususnya untuk hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat dan industri dikembangkan berbasis science,” ujar Fauzan dalam Taklimat Media KSTI, KPPTI, dan KTJI Tahun 2026 di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (2/11/2026).

KSTI 2026 akan dihadiri oleh dua tokoh sains internasional terkemuka: peraih Nobel Kimia 2021, Benjamin List, dan Prominent Scholar Astronomy, Jessica Dempsey.

Benjamin List, seorang peneliti asal Jerman, dikenal atas penemuannya mengenai kemampuan molekul organik kecil, seperti prolin, sebagai katalis efisien untuk reaksi kimia tanpa memerlukan logam berat atau enzim kompleks. Sementara itu, Jessica Dempsey adalah Director-General of the SKA Observatory yang berkontribusi signifikan pada pengembangan teleskop dan astronomi.

Perumusan Policy Brief

Sebagai penutup rangkaian acara, KSTI akan merumuskan policy brief berdasarkan diskusi yang telah dilaksanakan.

“Kami juga mendatangkan para inovator. Inovator bisa dalam bentuk pemikiran sehingga nanti hasilnya dalam bentuk foresight dan policy brief,” jelas Fauzan.

Fauzan menambahkan bahwa perumusan policy brief telah menjadi bagian dari KSTI sejak tahun lalu. “Jadi ada keberlanjutan. Jadi kita tidak [hanya] memiliki peta jalan, tetapi kita juga akan memiliki portofolio, produk riset, tingkat nasional, masukan-masukan dari riset yang kita bangun selama ini, kita akan juga arahkan menjadi bagian untuk masukan kebijakan untuk pemerintah ke depannya,” tegasnya.

Pendaftaran KSTI 2026

KSTI 2026 terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Pengunjung dapat langsung mengunjungi Tower 3 dan Grha Sepuluh Nopember ITS Surabaya pada 12-13 November 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai KSTI 2026 dapat diakses melalui laman Instagram @ksti.2026 atau situs resmi https://ksti2026.kemdiktisaintek.go.id/.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *